Yogyakarta Bisa Menjadi Role Model Inovasi Desa | Villagerspost.com

Yogyakarta Bisa Menjadi Role Model Inovasi Desa

Pameran produk unggulan desa (dok. pemkab gresik)

Jakarta, Villagerspost.com – Anggota Tim Advisor Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Hayono Suyono mengatakan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, bisa menjadi role model bagi desa-desa lain di Indonesia dalam pengembangan inovasi desa. Pasalnya, kawasan pedesaan di Yogyakarta, saat ini, telah melahirkan berbagai inovasi yang berkontribusi pada kesejahteraan warga desa. Gerakan inovasi tersebut muncul di berbagai bidang mulai dari pariwisata, pertanian, hingga berbagai produk kerajinan.

“Harus kita akui inovasi-inovasi dari berbagai desa di DIY telah berkontribusi secara nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga desa setempat,” kata Hayono, saat membuka Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Bantul, di Desa Trimulyo, Kecamatan Jetis, Bantul, Kamis (8/11).

Mantan Menko Kesra era Orde Baru itu menjelaskan, maraknya berbagai inovasi desa di Yogyakarta tidak terlepas dari tingginya tingkat partisipasi masyarakat terhadap proses pembangunan di desa masing-masing. Tingginya kesadaran warga desa tersebut merupakan karakter khas dari penduduk Yogyakarta yang selalu responsif terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Selain itu, kondisi sosial politik yang relatif stabil menciptakan iklim kondusif bagi munculnya berbagai inovasi di skala desa. “DIY relatif adem ayem dari hiruk pikuk politik karena adanya keistimewaan penunjukan gubernur dan wakil gubernur sehingga berbagai program pemerintah bisa dilaksanakan dalam jangka panjang,” kata Hayono Suyono.

Mantan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di tahun 1980-an itu juga mengatakan, Yogyakarta sebagai daerah wisata juga ikut mendorong lahirnya berbagai inovasi desa. Menurutnya tingginya jumlah wisatawan ke Yogyakarta memunculkan inisiatif bagi warga untuk menawarkan berbagai produk mereka seperti objek wisata baru, penginapan, kuliner, hingga handycraft.

“Saat ini telah muncul berbagai varian wisata yang muncul dari inisiatif lokal desa baik di daerah Gunung Kidul, Sleman, maupun Bantul. Inovasi-inovasi ini layak ditularkan sebagai role model bagi desa-desa lain di pelosok nusantara,” katanya.

Kendati demikian, Hayono Suyono meminta, para pemangku kepentingan di Yogyakarta tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang sudah ada. Menurutnya saat ini persaingan dalam memunculkan inovasi terus berlangsung di berbagai belahan dunia sehingga dibutuhkan pola pikir kreatif agar tidak tertinggal.

“Pola pikir kreatif ini penting misalnya kegiatan inovasi desa saat ini harus mempertimbangkan konsep ‘Pembangunan tanpa Sampah’ sehingga dapat dipastikan tidak ada sampah yang terbuang sia-sia, tapi bisa menjadi peluang inovasi baru. Selain itu, terbentuk proses yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” katanya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *