Limbah Kulit Kopi: Alternatif di Tengah Mahalnya Harga Pakan Ternak | Villagerspost.com

Limbah Kulit Kopi: Alternatif di Tengah Mahalnya Harga Pakan Ternak

Peternakan ayam milik rakyat (dok. provinsi banten)

Jakarta, Villagerspost.com – Baru-baru ini tersiar berita munculnya keluhan dari para peternak unggas yang tergabung dalam Perhimpunan Peternak Unggas Nusantara (PPUN) yang mengeluhkan mahalnya harga pakan ternak. Sudah mahal, kandungan nutrisinya pun berkurang sehingga pertumbuhan ayam menjadi lambat dan produksi ayam menjadi rendah.

Saat ini, harga pakan ternak sudah mencapai Rp7.300 per kilogram dari sebelumnya Rp7.000 per kilogram. Dampak kenaikan harga pakan dan turunnya produksi membuat harga ayam melonjak yang saat ini sudah mencapai Rp21 ribu per kg di tingkat peternak.

Jika sudah begini, peternak sebenarnya harus pintar-pintar mencari pakan ternak alternatif untuk menghemat biaya namun tetap mampu mendongkrak produksi ternaknya. Namun jangan khawatir, karena Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui BPTP Bangka Belitung kini tengah memperkenalkan teknologi pemanfaatan limbah kopi sebagai alternatif pakan ternak.

Peneliti Balitbangtan Guntoro mengatakan, pemberian kulit kopi 100-200 gr/ekor/hari pada kambing PE (peranakan ettawa) meningkatkan pertumbuhan rata-rata dari 68,15 gr (pakan tradisional) menjadi 99,25-100,10 gr/ekor/hari. “Pemberian kulit kopi terfermentasi sebanyak 11% dari total ransum ayam buras bali meningkatkan produksi telurnya dari 35-45 % dari sebelumnya 25%,” ujar Guntoro dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Selasa (26/6).

Seperti diketahui, di Indonesia banyak terdapat perkebunan kopi mulai dari perkebunan rakyat hingga perkebunan industri. Kopi merupakan salah satu komoditas yang sangat menjanjikan, karena kopi Indonesia sangat terkenal di seluruh dunia.

Bahkan menurut Ditjen Perkebunan, Kementan, bahwa ekspor kopi ditahun 2016 mencapai 267.058 ton atau senilai US$650 juta. Ini membuktikan kopi menjadi salah satu komoditas unggulan.

Dengan makin berkembangnya pengolahan kopi baik skala kecil atau skala industri tentunya akan menghasilkan hasil sampingan dari pengolahan kopi tersebut yaitu salah satunya adalah limbah kulit kopi. Dari pengolahan tersebut akan menghasilkan ± 65% biji kopi dan ± 35% limbah kulit kopi yang mana limbah kulit kopi tersebut masih bisa dimanfaatkan salah satunya menjadi alternatif pakan ternak.

Kandungan dalam kulit kopi sendiri memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut CP 9,94%, SK 18,17%, Lemak 1,97%, Abu 11,28%, Ca 0,68%, P 0,20%, GE 3306 Kkal dan TDN 50,6%. Bagaimana cara mengubah kulit kopi menjadi pakan ternak? Limbah kulit kopi difermentasi terlebih dahulu untuk meningkatkan kandungan nutrisinya.

Fermentasi kulit kopi biasanya menggunakan larutan Aspergillus Niger. Cara pembuatannya adalah campurkan air dengan gula pasir, NPK, Urea, dan Aspergillus Niger kemudian campuran tersebut diinkubasi dan diaerasi selama 24-36 jam dan larutan tersebut siap digunakan.

Kemudian limbah kulit kopi dicampur dengan larutan tersebut dengan membuat lapisan-lapisan campuran tersebut dan letakkan di tempat yang teduh dari hujan dan sinar matahari langsung. Diamkan selama 5-6 hari untuk proses fermentasi dan setelah 5-6 hari limbah kulit kopi yang telah terfermentasi dikeringkan kemudian giling sesuai kebutuhan dan limbah kulit kopi terfermentasi siap digunakan sebagai pakan ternak.

“Limbah kulit kopi mempunyai potensi yang cukup besar untuk dijadikan alternatif pakan ternak yang bisa meningkatkan produktifitas ternak. Pemanfaatannya bisa dilakukan khususnya di perkebunan kopi rakyat yang memiliki hewan ternak di lingkungan kebun tersebut,” pungkas Guntoro.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *