Mengatasi Hama Penggerek Batang | Villagerspost.com

Mengatasi Hama Penggerek Batang

Hama penggerek batang (dok. batangkab.go.id)

Sering kali saat tanam padi kondisi tanaman mengalami gangguan seperti bulirnya kosong dan mengering. Begitu dicabut batang pohonnya pasti terlepas mudah sekali, dan begitu diperiksa pasti ada ulat putih di dalamnya. Begitulah cara salah satu hama penggerek batang bekerja merusak tanaman padi.

Hama penggerek batang ini merupakan salah satu hama utama tanaman padi di Indonesia. Dia berbahaya karena bisa menyerang pada fase manapun dari masa pertumbuhan padi. Secara umum, waktu serangan hama penggerek batang padi ini dimulai saat tanaman di persemaian sampai pembentukan malai. Gejala serangannya antara lain anakan padi menjadi kerdil atau mati (sundep) dan malai hampa.

Kerugian yang dialami petani jika padinya diserang hama penggerek batang bisa sangat besar. Bisa dibayangkan jika dalam satu hektare yang terserang umpamanya kena sekitar 5% saja, kalau dalam satu hamparan ada 200 hektare, berapa kerugian petani?

Bagaimana cara mengantisipasi serangannya? Kejadian serangan hama penggerek batang seringkali bermula akibat sejak dari persemaian benih tidak pernah dirawat atau mendapat perhatian. Akibatnya, hama yang sudah ada di persemaian terbawa ke lahan tanam yang sesungguhnya.

Apa obatnya? Pasti pertanyaan ini muncul dalam pikiran kita. Inilah yang sangat keliru. Yang lebih bijak adalah mencari penyebabnya. Solusi yang paling aman adalah merawat persemaian sejak mulai tebar dengan cara mengendalikannya, menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita. Jika ada tanaman yang terlanjur menyimpan larva dalam batang padi, sebaiknya tanaman yang diserang dicabut supaya tanaman lain tidak terkontaminasi larva dari tanaman yang terserang.

Cara ini umum dikenal sebagai Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dalam metode ini, mekanisme penekanan populasi hama dilakukan dengan mengelola tanaman, lingkungan dan musuh alaminya. Ada beberapa hal penting atau prinsip dalam PHT, yaitu: budidaya tanaman sehat, pengamatan secara berkala dan pelestarian musuh alami.

Sedangkan menggunakan bahan pestisida kimia sintetis untuk membunuhnya bukanlah solusi yang terbaik, sebab hama, alih-alih musnah, malah akan semakin resisten. Semakin tinggi pemakaian pestisida kimia, akan semakin banyak hama dan penyakit baru pada tanaman bermunculan.

Tips ini diberikan oleh: Rahmat Adinata, petani organik, anggota Gerakan Petani Nusantara

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *