Mesin Pengolah dan Penguji Pupuk Organik Karya Petani Muda Jepara | Villagerspost.com

Mesin Pengolah dan Penguji Pupuk Organik Karya Petani Muda Jepara

Rizal dengan mesin Ferment and Tester Fertilizer Electric karyanya (dok. Villagerspost.com/rizal alansyah)

Jepara, Villagerspost.com – Dalam mendukung kemajuan bidang pertanian di Indonesia yang unggul, inovatif serta berdaya saing maka perlu adanya sentuhan teknologi dan inovasi guna membantu kegiatan petani dalam budidaya tanaman. Pemupukan merupakan faktor penting yang harus dicukupi dikarenakan tanaman akan menghasilkan panen yang berkualitas apabila kebutuhan unsur hara mikro maupun makro yang terkandung dalam pupuk dapat terpenuhi.

Saat ini petani mengeluhkan masalah pemupukan, dikarenakan pupuk yang beredar ialah pupuk kimia yang mahal, langka atau sulit dijumpai petani di pedesaan serta tidak ramah lingkungan. Pengembangan sistem budidaya secara organik merupakan solusinya. Dengan pertanian organik, petani diharapkan mampu menyediakan pupuk sendiri dari bahan-bahan yang tersedia di alam, secara mudah, murah serta ramah lingkungan.

Namun, tentunya pupuk organik ini harus teruji benar kandungannya agar benar-benar bisa memberikan hasil yang maksimal. Sayangnya selama ini, petani tak akrab dengan teknologi untuk bisa memproduksi sekaligus menguji pupuk buatanya sendiri . Minimnya teknologi dan pengetahuan petani mengenai cara pembuatan pupuk organik cair merupakan kendala utama.

Oleh sebab itu, Rizal Alansyah, seorang petani muda asal Kecamatan Bangsri, Jepara, Jawa Tengah berinovasi, mengamati, meniru serta memodivikasi teknologi tepat guna untuk menciptakan mesin yang disebut sebagai Mesin Ferment and Tester Fertilizer Electric (mesin pengolah dan penguji pupuk organik). Mesin ini menurutnya adalah, mesin murni buatan petani sendiri tanpa biaya mahal.

“Mesin ini sangat multifungsi, dikarenakan bisa mengolah pupuk organik dengan sistem aerator yang telah saya desain dengan penyaringan sederhana supaya pupuk tidak terkontaminasi dengan bakteri diluar reaktor,” kata Rizal kepada Villagerspost.com, Sabtu (6/5).

Mesin ciptaannya itu, kata Rizal, juga mampu menguji pupuk organik dengan cara mengukur zat elektrolit dengan menggunakan rangkaian sederhana sesuai dasar teori dari Svante August Arrhenius. Dia adalah seorang ilmuwan Swedia yang merupakan salah satu pengagas kimia fisik yang terkenal dengan karyanya mengenai ionisasi pada tahun 1903.

Svante mengemukakan, senyawa dalam larutan dapat terurai menjadi ion-ionnya, dan kekuatan asam dalam larutan aqua tergantung pada konsentrasi ion-ion hidrogen di dalamnya. Atas dasar teori itulah, Rizal menciptakan mesin penguji pupuk organiknya ini.

“Mesin ini saya ciptakan dengan tujuan membantu petani dalam membuat pupuk organik dengan cara mudah, murah, ramah lingkungan dan berkelanjutan, serta mewujudkan kemandirian petani akan pupuknya sendiri,” pungkasnya.(*)

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *