Nutrina Organik: Suplemen Ternak Ramah Lingkungan Kreasi Perempuan Sumba | Villagerspost.com

Nutrina Organik: Suplemen Ternak Ramah Lingkungan Kreasi Perempuan Sumba

Rooslinda Rambu Lodji, memamerkan produk Nutrina Organik hasil kreasinya (dok. pribadi)

Rooslinda Rambu Lodji, memamerkan produk Nutrina Organik hasil kreasinya (dok. pribadi)

Sumba Timur, Villagerspost.com – Bagi peternak, merawat ternak, sama seperti merawat bayi manusia. Agar tumbuh maksimal, ternak perlu juga diberi makanan tambahan alias suplemen. Kebutuhan ini lantas membuat Rooslinda Rambu Lodji memutar otak agar bisa menghasilkan produk nutrisi ternak yang terjangkau peternak di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, sekaligus ramah lingkungan.

Dari hasil olah pikir dan olah kerja perempuan Sumba itu,  maka lahirlah produk suplemen ternak “Nutrina Organik”. Nutrina merupakan kepanjangan dari Nutrisi Ternak Organik yang memiliki orientasi pada suplemen untuk ternak yang ramah lingkungan. Rooslinda yang masih tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Kristen Wira Wacana, Sumba ini, menjalankan bisnis produksi nutrisi ternak organiknya sembari tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dan Ibu.

“Antara mengurus rumah tangga, kuliah dan berbisnis ada porsinya masing-masing,” ujarnya kepada Villagerspost.com, beberapa waktu lalu.

Mengunjungi sekaligus memeriksa perkembangan ternak milik pelanggan Nutrina Organik (dok. pribadi)

Mengunjungi sekaligus memeriksa perkembangan ternak milik pelanggan Nutrina Organik (dok. pribadi)

Meski begitu, bukan berarti produk yang dihasilkan Rooslinda turun kualitas. Rooslinda tetap menjaga mutu suplemen ternak produksinya ini dengan standar tinggi. Produk nutrisi ternak organik yang diproduksi aktivis GMNI ini, memiliki beberapa kelebihan.

Ternak yang diberi suplemen ini, selain pertumbuhannya baik, juga kotoran ternak tidak berbau. Kemudian nafsu makan ternak juga meningkat. “Inikan sangat ramah pada lingkungan, sehingga konsumen menyukainya,” kata Rooslinda.

Sejauh ini, produk Nutrina memang diproduksi untuk ternak babi yang banyak dibudidaya di Sumba. “Untuk sementara saya fokus ke ternak babi karna budaya orang Sumba tidak lepas dari babi, dan dengan nutrisi, babi cepat ada nilai ekonominya buat keluarga,” katanya.

Meski kemasan masih sederhana, kualitas Nutrina Organik tetap terjaga (dok. pribadi)

Meski kemasan masih sederhana, kualitas Nutrina Organik tetap terjaga (dok. pribadi)

Menurutnya lagi, secara umum para peternak atau yang memiliki ternak khususnya yang dipelihara di rumah, cara perawatannya masih konvensional. “Dengan adanya tambahan Nutrina Organik pada makanan ternak otomatis pertumbuhan akan terlihat jelas, pemilikpun pasti senang,” paparnya.

Ketika ditanya kemana saja produksinya dipasarkan, Rooslinda menjelaskan: “Untuk sementara di wilayah Sumba dulu, banyak juga pesanan dari Kupang, Sabu, Flores. Namun konsentrasi dululah disini. Pesanan juga bisa langsung lewat inbox di medsos,” katanya.

Rooslinda memang mengembangkan pemasaran Nutrina Organik melalui media sosial. Caranya, dia akan memposting produk Nutrina Organik di laman facebook miliknya. Setelah ada pesanan lewat komentar di postingannya atau melalui inbox di akun facebook-nya, barulah Nutrina Organik diantar ke alamat pemesan.

Rooslinda mengaku senang menjalankan bisnis ini. Dia juga ingin membuktikan, perempuan Sumba bisa berdaya dan sekadar menjadi penonton di tengah derap pembangunan di kawasan timur Indonesia. “Sebagai Ana Tana masa jadi penonton terus, terjun jadi pemain ternyata asyik juga, ada pendapatan khusus,” pungkas Rooslinda. (*)

Laporan: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *