Sejahterakan Nelayan dengan Makan Ikan | Villagerspost.com

Sejahterakan Nelayan dengan Makan Ikan

Industri perikanan nasional (dok. setkab.go.id)

Oleh: Hendra Wiguna, Humas Kesatuan Nelayan Tradisional (KNTI) Semarang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun ini menargetkan konsumsi ikan nasional sebesar 54,46 kg/kapita/tahun, atau lebih besar 3,81 kg dari tahun sebelumnya. Hal ini akan menjadi berita baik untuk para nelayan, setidaknya akan ada upaya dari pemerintah untuk memastikan adanya konsumen dari hasil tangkapan nelayan.

Harapannya besar lainnya adalah target tersebut bisa dicapai oleh semua daerah, sangat disayangkan misalnya konsumsi ikan di Jawa Tengah pada tahun 2018 hanya mencapai 29,19 kg/kapita/tahun. Bahkan Kota Semarang sebagai pusat pemerintahan provinsi Jawa Tengah berdasarkan data terakhir yang dapat ditelusuri yakni pada tahun 2017, tingkat konsumsi ikannya baru mencapai 28 kg/kapita/tahun.

Melihat catatan di atas, masyarakat Kota Semarang perlu meningkatkan kembali konsumsi ikan, mengingat ternyata sumber protein pada ikan lebih baik dari pada susu. Seperti dikemukakan oleh Menteri Kesehatan, Nila Moeloek, bahwa ikan selain mengandung asam lemak tak jenuh dan omega 3 yang jauh lebih tinggi juga mengandung senyawa yang alami, yakni PUFA, EPA dan DHA.

Ketersediaan ikan di Kota Semarang pun terbilang cukup yang sebagian besar didapat dari produksi daerah disekitarnya seperti Pekalongan, Batang, Pati, Rembang bahkan dari Jawa Timur. Produksi perikanan Kota Semarang sendiri paling besar dihasilkan dari kegiatan perikanan budidaya yakni mencapai 3.200 ton/tahun, sedang produksi perikanan tangkap hanya mencapai 2.392 ton/tahun, total 5.592 ton/tahun atau hanya sekitar 25% dari kebutuhan (antara, 2018).

Semarang saat ini memiliki 1.104 (jiwa) nelayan yang saat ini kebanyakan berada di Tambak Lorok, 856 pembudidaya ikan air tawar yang 40% berada di Gunung Pati, 701 pembudidaya air payau yang berada sepanjang daerah Tugu- Mangkang. Adapun sentral pemasaran ikan di Kota Semarang yakni di Pasar Kobong (buka sore hingga dini hari) dan Pasar Tambak Lorok (buka dari pagi hingga sore hari), pasar-pasar umum lainnya juga menyediakan hasil perikanan.

Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak mengkonsumsi ikan, mengingat pasar yang menjual ikan di Kota Semarang terbilang cukup banyak bahkan ada pula yang penjualan ikan secara online. Meningkatnya konsumsi ikan di suatu daerah, ini sedikit banyak menyumbang kesejahteraan bagi para nelayan maupun pembudidaya.

Harapannya selain meningkatkan konsumsi ikan, kedepan inovasi pengelolaan hasil laut di Semarang juga bisa berkembang. Perempuan-perempuan Pesisir perlu didorong untuk menciptakan UMKM atau industri rumahan mengolah hasil perikanan, agar taraf kesejahteraan masyarakat pesisir meningkat.

Tentu hal ini perlu diimbangi dengan dukungan pemasaran dari pemerintah, terutama dengan adanya kampung wisata bahari di Kota Semarang yang mudah-mudahan segera rampung pembangunannya. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *