Abba Eban: Dari Sekuriti, Jadi Pengusaha Sayuran

Bandung, Villagerspost.com – Dataran tinggi Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sebagai penghasil produk hortikultura, sebagian besar warganya menggantungkan hidup sebagai petani sayuran. Sedangkan hasil produksinya dipasok ke kota-kota besar, bahkan sampai ke luar pulau Jawa atau hingga ke luar negeri.

Bisnis sayuran yang tengah menggeliat di Pangalengan ini membuat Abba Eban, nekat meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai seorang petugas keamanan sebuah perusahaan asing yang bergaji lumayan, untuk menjadi petani, sekaligus pengusaha sayuran. Di kebunnya, kini Eban mengembangkan berbagai jenis sayuran, terutama kol.

“Untuk jenis sayuran kol saat ini harganya sedang bagus di kisaran Rp 6.000/kg. Dengan adanya harga yang bagus ini petani sangat diuntungkan,” kata Abba Ebban, yang memiliki lahan di desa Sukamanah, kecamatan Pangalengan, kepada Villagerspost.com yang menemuinya beberapa waktu lalu.

Selain bertani, Eban juga merangkap sebagai pemasok jenis sayuran tertentu ke negara Jepang. “Harga tersebut sangat jarang terjadi untuk jenis sayuran kol, hanya lima tahun sekali, selebihnya harga normal di bawah Rp2.500/kg,” ujarnya.

Menurutnya, sudah menjadi rahasia umum bagi petani hortikultura, harga selalu turun-naik di pasaran, disesuaikan dengan permintaan pasar. “Jika sedang harga naik petani bisa beli mobil, namun jika sedang anjlok petani tidak bisa berbuat apa-apa, inilah tantangan bagi petani hortikultura di Indonesia,” ujarnya.

Petani ulet ini memasok jenis sayuran tertentu ke negara Jepang seperti, kacang buncis super, asparagus, cabai keriting dan yang lainnya. “Adanya kontrak harga bisa menguntungkan kedua belah pihak, posisi petanipun dituntut profesional dalam pemenuhan barang sesuai kriteria yang dibutuhkan oleh pemesan,” pungkas bapak tiga orang anak ini.

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *