Aksi Damai Memerangi Krisis Iklim | Villagerspost.com

Aksi Damai Memerangi Krisis Iklim

Massa bergerak menuju istana negara menyeru pemerintah hentikan kecanduan energi kotor khususnya batubara (dok.greenpeace/Jurnasyanto Sukarno

Massa bergerak menuju istana negara menyeru pemerintah hentikan kecanduan energi kotor khususnya batubara (dok.greenpeace/Jurnasyanto Sukarno

Para peserta pawai membawa simbol stop penggunaan energi kotor (dok. greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

Para peserta pawai membawa simbol stop penggunaan energi kotor (dok. greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

selebritis Melanie Subono ikut meramaikan aksi tolak energi kotor (greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

Selebritis Melanie Subono ikut meramaikan aksi tolak energi kotor (greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

Break Free, seruan untuk keluar dari kecanduan energi kotor (dok. greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

Break Free, seruan untuk keluar dari kecanduan energi kotor (dok. greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

Seorang anak ikut menyuarakan kepeduliannya akan masa depan yang akan hancur akibat energi kotor (dok. greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

Seorang anak ikut menyuarakan kepeduliannya akan masa depan yang akan hancur akibat energi kotor (dok. greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

Jakarta, Villagerspost.com – Ribuan warga dan para aktivis lingkungan berkumpul dan melakukan pawai mendesak pemerintah menghentikan kecanduan energi fosil, khususnya batubara yang telah mengakibatkan terjadinya krisis iklim. Aksi tersebut diinisiasi oleh Koalisi Break Free yang terdiri dari WALHI, Greenpeace dan JATAM.

Lebih dari 300 orang terlibat dalam pawai dan karnaval damai itu. Mereka datang dari berbagai latar belakang mulai masyarakat perkotaan, mahasiswa, masyarakat umum serta masyarakat korban industri batubara –mulai dari kawasan pertambangan, PLTU, dan pelabuhan batubara- dari berbagai daerah di Indonesia.

Hadir pula perwakilan masyarakat yang tinggal di sekitar pertambangan batubara di Kalimantan Timur, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan dan masyarakat yang terpapar dampak negatif dari keberadaan PLTU batubara di Pelabuhan Ratu, Labuan, Indramayu, Cirebon turut dalam pawai tersebut. Tidak ketinggalan juga ribuan perwakilan masyarakat Batang yang sudah berjuang hampir lima tahun dalam menentang rencana pembangunan mega proyek PLTU batubara di desa mereka.

Sebelum massa bergerak ke arah Istana Negara, gabungan masyarakat korban pertambangan dan pembangkit listrik batu bara dari berbagai daerah di seluruh Indonesia juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Aksi ini dilakukan karena pemerintah Jepang, melalui JBIC (Japan Bank for International Cooperation) dan JICA (Japan International Cooperation Agency) dan perusahaan Jepang merupakan salah satu pihak utama yang terlibat dalam mendanai ekspansi masif industri batu bara di Indonesia.

Massa aksi mendesak agar pemerintah Jepang segera menghentikan investasi kotornya di negeri ini. (Foto-foto: Greenpeace/Jurnasyanto Sukarno)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *