Aksi Damai Tolak PLTU Batang Dibubarkan Paksa Polisi

Salah seorang warga Batang membentangkan spanduk meminta Presiden Jokowi menyelamakan petani dan nelayan Batang lewat pembatalan proyek PLTU Batang (dok. greenpeace)
Salah seorang warga Batang membentangkan spanduk meminta Presiden Jokowi menyelamakan petani dan nelayan Batang lewat pembatalan proyek PLTU Batang (dok. greenpeace)
Warga Batang dan aktivis penentng PLTU Batang mempertahankan aksi damai hingga lewat petang hari. Mereka menuntut Presiden Jokowi menyelamatkan warga Batang dari ancaman PLTU Batubara (dok. greenpeace)
Warga Batang dan aktivis penentng PLTU Batang mempertahankan aksi damai hingga lewat petang hari. Mereka menuntut Presiden Jokowi menyelamatkan warga Batang dari ancaman PLTU Batubara (dok. greenpeace)
Polisi membubarkan paksa para aktivis dan warga Batang penentang PLTU Batang yang masih bertahan di depan istana kepresidenan (dok. greenpeace)
Polisi membubarkan paksa para aktivis dan warga Batang penentang PLTU Batang yang masih bertahan di depan istana kepresidenan (dok. greenpeace)
Polisi menggotong seorang aktivis dalam upaya membubarkan paksa aksi damai menentang PLTU Batang (dok. greenpeace)
Polisi menggotong seorang aktivis dalam upaya membubarkan paksa aksi damai menentang PLTU Batang (dok. greenpeace)
Warga Batang yang turut dalam aksi damai menentang PLTU Batang juga ikut ditangkap polisi (dok. greenpeace)
Warga Batang yang turut dalam aksi damai menentang PLTU Batang juga ikut ditangkap polisi (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Aksi damai yang dilakukan ratusan petani dan nelayan Batang, Jawa Tengah bersama para aktivis lingkungan Greenpeace, Senin (5/10) dibubarkan paksa pihak kepolisian. Pukul 18.00, aksi damai ini terpaksa berakhir karena aparat kepolisian yang menjaga jalannya aksi damai ini sejak pukul 11.00 siang membubarkan para pemrotes.

Sejumlah 43 peserta aksi dibawa ke Polres Jakarta Pusat. Dalam aksi tersebut para petani, nelayan Batang dan para aktivis meminta Presiden Joko Widodo untukĀ  untuk membatalkan pembangunan pembangkit listrik tenaga batubara (PLTU) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Warga yang terkena dampak mempertanyakan mengapa Presiden Jokowi terus mengabaikan keprihatinan dan aspirasi mereka, meskipun mereka telah berkali-kali menyampaikan keberatan kepada semua instansi pemerintah yang terkait. Bagi mereka, tampak bahwa Presiden Jokowi telah menempatkan kepentingan perusahaan-perusahaan besar di atas kepentingan dan keselamatan rakyat.

“Saya sangat kecewa dengan Presiden Jokowi. Kami memilih beliau karena kita percaya pada janjinya untuk mendengar suara-suara dari warga Batang yang menentang pembangunan mega proyek. Sekarang Presiden Jokowi bahkan datang ke desa dan meresmikan proyek, dan saya dilarang mendekati tempat upacara. Saya akan mempertahankan tanah saya selamanya, karena ini adalah kehidupan kami,” kata Cayadi, warga Karanggeneng, salah seorang pemilik lahan. (Foto-foto: Dok. Greenpeace)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *