Balai TN Bunaken dan Kelompok Cahaya Trans Pantau Pemijahan Ikan Karang

Bunaken, Villagerspost.com – Ikan karang dan biota pengisinya merupakan jantung dan hatinya terumbu karang. Dimana kehidupan di laut tidak akan berwarna-warni tanpa kehadiran biota-biota pengisinya yang beranekaragam serta umumnya memiliki warna-warna yang cerah.

Untuk menjaga jantungnya terumbu karang, pihak Balai Taman Nasional Bunaken pun mengajak Kelompok Nelayan Cahaya Trans untuk melakukan pemantauan ikan karang atau Spawning Agregation Site (Spags). Spags merupakan pemantauan pemijahan pada ikan-ikan karang yang memiliki nilai ekonomis penting yakni jika dijual ikan tersebut berharga mahal dan laku dipasar serta menjadi sasaran utama tangkapan nelayan.

Karena itu, pihak TN Bunaken melibatkan kelompok nelayan karena nelayan merupakan representatif masyarakat yang selaku pemanfaat langsung pengguna sumber daya perairan yaitu ikan. Apalagi, ikan karang merupakan salah satu komoditi unggulan perikanan sehingga perlu dilakukan pemantauan agar stok di alam masih dapat terjaga dengan lestari.

Menimbang berat ikan hasil tangkapan (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Berce Toli mewakili kelompok nelayan mengaku, sangat bersyukur dapat terlibat dalam monitoring pemijahan ikan. “Ini merupakan langkah nyata dan sebagai masukan kepada Balai Taman Nasional Bunaken dalam pengambilan kebijakan dalam kaitannya pengelolaan kawasan konservasi,” ujarnya, kepada Villagerspost.com, Selasa (17/10).

Pengamatan pemijahan ikan karang ini dilakukan di kawasan perairan Tanjung Kelapa bagian selatan Taman Nasional Bunaken. Ikan-ikan karang umumnya berkelompok dalam jumlah besar pada waktu dan tempat tertentu untuk bereproduksi, spawning adalah perkawinan atau disebut juga pemijahan ikan.

Ruang lingkup kegiatan Monitoring Spags di bagian selatan Taman Nasional Bunaken Poopoh antara lain pengamatan ikan karang yang menjadi target tangkapan pada nilai ekonomis tinggi dengan melakukan pengamatan lapangan (underwater) dari kelimpahan ikan pada kategori merupakan ikan famili Siganidae, Labridae, Seranidae dan ikan karang lainnya. Kemudian dilakukan pengukuran panjang dan berat ikan tangkapan nelayan pada suatu periode tertentu.

Pengamatan kelimpahan, perilaku, dan pengukuran panjang dan berat ikan didasarkan atas data tangkapan nelayan yang dikumpulkan pada tahun 2015 dan 2016. Dari hasil pengamatan diketahui, ikan karang biasanya melakukan perkawinan/pemijahan pada suatu lokasi yang diyakini akan menjadi sasaran tangkapan utama bagi nelayan. Pemijahan ikan pada suatu wilayah dimana ikan-ikan betina mengeluarkan telurnya dan dibuahi oleh ikan jantan. Umumnya sifat ikan tersebut bergerombol dan menjadikan lokasi tersebut banyak ikan.

Tallyshet Underwater

“Ketika nelayan menemukan lokasi pemijahan ikan karang ini, maka akan memasang alat tangkap sehingga dapat mengancam keberadaaan keberadaan ikan tersebut apabila tidak dilakukan pemantauan,” terang Berce.

Berce mengatakan, kelompok nelayan sebagai subjek pembangunan akan merasakan manfaat langsung dari pengelolaan Taman Nasional Bunaken sebagai sistem penyangga kehidupan. Manfaat yang diterima oleh nelayan tersebut secara langsung adalah sebagai sumber matapencaharian (nafkah dan pendapatan) dan sumber gizi. Adapun manfaat secara tidak langsung merupakan komponen ekosistem lingkungan hidup yang menjadi bagian integral manusia.

Pengukuran ikan karang hasil tangkapan (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Ikan karang menempati ekosistem penyusun perairan dangkal yaitu terumbu karang. Jika terumbu karang dalam kondisi baik maka akan terdapat keseimbangan ekosistem tersebut baik sebagai penyedia sumber makanan dan sumber jasa.

Untuk itu dengan begitu pentingnya fungsi terumbu karang dalam kehidupan manusia, maka ketergantungan pada sumber daya perikanan sebagai bahan makananan dan sumber nafkah juga sangat tinggi. “Tujuan kegiatan Monitoring Spags adalah mengetahui dan mempelajari ikan target tangkapan yang layak tangkap serta ikan target yang bernilai ekonomis penting,” ujarnya.

Berce menjelaskan, terdapat pengaruh bulan dan pengaruh penangkapan pada nelayan, jika dalam saat pemijahan dimana ikan berkumpul kemudian ditangkap maka akan terjadi pengurasan sumber daya. “Selanjutkan dapat disampaikan sebagai bahan masukan dan sosialisasi pada bulan-bulan tertentu ikan-ikan dapat ditangkap dalam kondisi layak dan peringatan apabila untuk tidak ditangkap. Taman Nasional Bunaken juga merupakan bagian dari sumber nafkah,” ujarnya.

Laporan/Foto: Eko Handoyo, Manajer Kampanye Pride Bogor 6 di Balai Taman Nasional Bunaken, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *