Bambang Arwito: Seniman Indramayu Pelestari Macapat

Indramayu, Villagerspost.com – Bambang Arwito adalah salah satu dari sedikit seniman Indramayu yang masih melestarikan seni macapat Indramayu. Dalam setiap kesempatan, Bambang berkolaborasi dengan seniman Indramayu lainnya, sepeti Wata, seorang pengasuh sanggar “Gelora Muda” yang juga berjuang melestarikan seni-budaya Indramayu.

“Di macapat terdapat 17 pupuh tapi yang menggambarkan kehidupan manusia ada 11. Di antaranya pupuh Maskumambang, Mijil, Sinom, Kinanti, Asmarandana, Gambuh, Dandang Gula, Durma, Pangkur, Megatruh, dan Pucung,” kata Bambang, saat ditemui di rumahnya, beberapa waktu lalu.

Bambang memaparkan, pupuh Sinom menceritakan tentang muda mudi yang belum dipertemukan dalam pernikahan atau masih penjajakan. Sementara si perempuan punya banyak permintaan yang sekiranya si pria tidak bisa mewujudkan. “Contohnya, si wanita mau jika ada gerhana bulan yang punya dua lubang atau matahari kembar lima atau bintang bisa menyinari permukaan tanah,” jelas Bambang.

Pupuh Mijil, yaitu pupuh atau lagu dimana lagu itu menceritakan seorang sinatria bertemu dengan perempuan sementara si perempuan sudah bersuami dan sinatria tersebut jatuh hati.

Sementara Pucung adalah pupuh atau lagu yang menceritakan bapa pucung/boneka pengusir burung di sawah yang diumpamakan seperti pesawat udara karena gerakan dari klaras (daun pisang kering) yang bisa bergerak kesana kemari layaknya pesawat.

Kemudian pupuh Kinanti menceritakan sebatang pohon angsana yang sedang berbunga lebat, bunga angsana yang berjatuhan menumpuk dan tebal memenuhi permukaan tanah sehingga burung-burung yang hinggap di pohon angsana tersebut ikut bergembira.

“Semoga tembang macapat ini tetap dilestarikan dan dikembangkan,” demikian pesan Bambang.

Laporan/video: Samsudin, pendongeng pelestarian satwa dilindungi, asal Indramayu
Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.