Berkah Jerami Padi untuk Ternak di Sumba Timur | Villagerspost.com

Berkah Jerami Padi untuk Ternak di Sumba Timur

Sumba Timur, Villagerspost.com – Tak cuma jagung, jerami padi juga sebenarnya punya banyak manfaat selain dijadikan pupuk alami. Jerami padi selama ini sering dianggap petani sebagai sampah dan akhirnya dibakar. Jerami padi jika dikembalikan ke sawah sangat bermanfaat untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Tak hanya menjadi pupuk alami, jerami padi juga bisa diolah menjadi pakan ternak seperti yang dilakukan Kelompok Tani Ana Lalo, Desa Bidihunga, Kecamatan Lewa, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Mereka memanfaatkan jerami padi untuk dijadikan sebagai pakan ternak, seperti sapi, kambing dan kerbau.

Praktik pembuatan pakan ternak Organik tersebut difasilitasi oleh Yayasan Masyarakat Rakyat Merdeka (MARADA) Lewa, Sumba Timur bekerja sama dengan Gerakan Petani Nusantara (GPN) Wilayah NTT. Proses pengolahan jerami padi menjadi pakan ternak tidak terlalu sulit.

Hanya perlu mencincang jerami padi dengan alat sederhana, kemudian difermentasi beberapa puluh jam. Setelahnya, sudah bisa diberikan kepada ternak peliharaan. “Biasanya kami bakar begitu saja sebab tidak tahu caranya. Dari sekarang tidak akan terjadi lagi, sebab ternyata itu sangat berharga untuk ternak kami,” ujar Obed Diki Resi, etua kelompok Ana Lalo mewakili kawan-kawannya.

Menurut direktur Yayasan MARADA Pilipus Mbewa Yanggu (Ipu Yanggu), setiap keluarga di Sumba pasti memiliki ternak, namun selama ini seperti jalan ditempat sebab belum begitu paham cara memeliharanya terutama terkait pakan. “Kondisi dari tahun ke tahun jika musim hujan, ternak pasti gemuk namun dihargai murah, sedangkan saat kemarau harganya mahal tapi ternak badannya kurus. Ini dilematis bagi petani. Semoga dengan adanya pembekalan ini petani bisa meningkat tingkat pengetahuannya,yang berimbas pada peningkatan ekonomi keluarga,” kata Ipu Yanggu.

Apalagi, lanjut dia, dengan kondisi Sumba, akan menghadapi musim kemarau jadi petani bisa menabung pakan dari sekarang, sebab sudah paham cara praktiknya. Selain itu, karena ternak dikandangkan, tidak akan mengganggu lahan pertanian warga serta bisa menekan tingkat pencurian ternak. “Tidak seperti ternak dilepas di padang,” pungkas Ipu Yanggu,saat menyaksikan praktik pembuatan pakan ternak organik di Desa Bidihunga, Sumba Timur.

Video/naskah: Rahat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *