Break Free: Aksi 12 Jam Tutup Pasokan Batubara PLTU Cirebon | Villagerspost.com

Break Free: Aksi 12 Jam Tutup Pasokan Batubara PLTU Cirebon

Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk desakan tinggalkan energi kotor batubara (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk desakan tinggalkan energi kotor batubara (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia mengimbau pemerintah untuk tak lagi mengeksploitasi batubara (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia mengimbau pemerintah untuk menggunakan energi terbarukan (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia menuruni crane membentangkan poster besar seruan hentikan batubara (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia menuruni crane membentangkan poster besar seruan hentikan batubara (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia membentang spanduk desakan kepada pemerintah agar menggunakan energi bersih, demi udara bersih (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia membentang spanduk desakan kepada pemerintah agar menggunakan energi bersih, demi udara bersih (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia menuruni tali dari atas crane pemasok batubara di PLTU Cirebon (dok. greenpeace)

Aktivis Greenpeace Indonesia menuruni tali dari atas crane pemasok batubara di PLTU Cirebon (dok. greenpeace)

Cirebon, Villagerspost.com – Setelah berhasil menduduki crane pemasok batubara ke PLTU Cirebon selama 12 jam, sejumlah 12 orang aktivis dari gerakan Break Free menyudahi aksinya, Minggu (15/5) malam. Lewat aksi itu, para aktivis berupaya mengingatkan dan menuntur pemerintah untuk berhenti menggunakan energi batubara, termasuk melakukan eksploitasi energi kotor tersebut dari dalam bumi.

Aksi yang dilakukan para aktivis sejak pagi buta itu sendiri berlangsung tanpa kekerasan. Dalam aksi itu, para aktivis yang merupakan gabungan dari Greenpeace, WALHI dan JATAM membentangkan berbagai spanduk bertuliskan ‘Quit Coal’ dan ‘Clean Energy, Clean Air’ dari kedua crane yang memasok batubara ke PLTU Cirebon.

Lewat pesan-pesan itu, para aktivis mendesak pemerintah untuk segera transisi menuju energi terbarukan. Seperti diketahui, polusi udara dari batubara di Indonesia telah memiliki dampak buruk terhadap kesehatan negara. Menurut sebuah studi Greenpeace Indonesia dirilis dengan peneliti Harvard University tahun lalu, tanaman batubara di Indonesia yang ada sudah menyebabkan sekitar 7.100 kematian dini per tahun.

Jika semua pembangkit listrik baru yang diusulkan dibangun, studi ini menemukan bahwa mereka dapat menyebabkan kematian lebih lanjut 21.200 orang, karena peningkatan risiko stroke, kanker paru-paru, penyakit jantung dan penyakit pernapasan kronis, serta kematian anak-anak akibat peningkatan risiko infeksi saluran pernafasan akut.

Jawa Barat Cirebon Coal Power Plant akan diperluas sebagai bagian dari 35.000 MW pembangkit listrik proyek penambahan kapasitas nasional. Di bawah rencana ini, lebih dari 60% dari tambahan 35.000 MW akan datang dari pembangkit listrik batu bara, sementara hanya 20% akan berasal dari energi terbarukan.

Unit pertama di Cirebon Coal Power Plant, beroperasi sejak Juli 2012, pernah meledak di September 2014 menyebabkan cedera pada beberapa pekerja. Rencana ekspansi akan didanai oleh JBIC (Bank Jepang untuk Kerjasama Internasional), bank yang sama di belakang pembangkit listrik lain yang kontroversial batubara di Batang. (Foto-foto: Dok. Greenpeace Indonesia)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *