Cabe Gendot Organik, Primadona Petani Cabe Gunung Wayang

Bandung, Villagerspost.com – Tubuhnya bulat, berwarna hijau dan sangat suka tumbuh di dataran tinggi yang berhawa dingin. Itulah dia cabe gendot, sang primadona baru petani cabe dari dataran tinggi Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selain di dataran tinggi yang dingin, seperti di kawasan Gunung Wayang, cabe jenis ini juga paling suka tumbuh di tempat yang banyak humus.

Di tanah yang banyak humus, maka produksi akan lebih maksimal. Karena itu, cabe gendot harus diusahakan secara organik, artinya tidak menggunakan bahan-bahan kimia. Andaikan menggunakan bahan kimia sintetis seperti dalam pemupukan dan penyemprotan secara otomatis usia panen akan lebih pendek dan produksi tidak sesuai harapan.

“Semua perlakuan cabe ini serba organik dalam budidayanya. Ini sudah 10 kali panen, sedang jarak waktu panen setiap 10 hari sekali. Semuanya yang ditanam ada 5.000 pohon, setiap panen menghasilkan sekitar 2.000 kg atau 2 ton,” ujar Ai Ishak, pemilik kebun, di daerah Gunung Wayang desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, kepada Villagerspost.com.

“Sekarang ini harganya sedang merosot turun ada di kisaran Rp5.000/Kg. Jadi kalau setiap panen dapat 2 ton dikalikan dengan harga Rp5.000 artinya menghasilkan sepuluh juta rupiah, itu penghasilan kotor belum dikurangi biaya panen,” tambah anggota Agro Nusantara ini.

Tanaman cabe dan kopi dikolaborasikan sebagai tumpang sari di antara pohon-pohon kayu yang besar menjulang tinggi. “Kita sebagai petani bisa menghasilkan dari dalam hutan dengan tidak merusak hutan, bahkan menjaga kelestarian hutan itu sendiri. Jika hutan dan lingkungan rusak yang kena bencananya pasti generasi yang akan datang,” pungkas ibu empat anak tersebut.

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.