Cara Petani Ana Manu Merawat Rahim Bumi

Sumba Tengah, Villagerspost.com – Bagi kelompok tani Ana Manu, Desa Wairasa, Kecamatan Anakalang, Kabupaten Sumba Tengah, tanah adalah rahim bumi dimana segala jenis kehidupan ditumbuhkan. Jika rahim bumi sehat, maka akan melahirkan kehidupan yang sehat pula.

Menyadari hal itu, Kelompok Ana Manu pun memilih untuk menerapkan pola pertanian ramah lingkungan, agar tanah, sebagai rahim bumi bisa menumbuhkan tanaman yang sehat. Desi, Ketua kelompok tani Ana Manu mengatakan, para petani menolak menggunakan bahan-bahan kimia sintetis agar tidak merusak unsur hara tanah dan secara alami memelihara kesehatan ekosistem sehingga hama dan penyakit bisa terkendali secara alami.

“Begitu lahan ini dibuka, tidak ada lagi sistem bakar atau semprot dengan bahan herbisida untuk bunuh rumput, seperti yang dulu pernah kita lakukan. Buktinya semakin disemprot dengan obat kimia, malah hama dan penyakit tanaman semakin merajalela bukannya hilang,” ujarnya kepada Villagerspost.com, beberapa waktu lalu.

Desi mengungkapkan, usaha bertani di lahan kering sudah merupakan usaha secara turun temurun bagi warga Desa Wairasa. Mereka mendayagunakan lahan kering itu utamanya untuk menanam sayuran. “Kita sedang budidaya cabai sekitar 1000 pohon, kemudian petcay ada sekitar 3.000 pohon beberapa minggu lagi akan panen.” tuturnya

“Setiap menjelang kemarau kita tanam petcay dan kol, hasil panen dikirim ke Waingapu, Sumba Timur. Sedangkan harga jual petcay Rp10.000/pohon,” tambahnya.

Dia berharap upaya para petani kecil di Desa Wairasa untuk bertani secara ramah lingkungan ini mendapatkan perhatian pemerintah. “Harapannya sih pemerintah daerah memperhatikan petani kecil seperti kami ini, seperti membantu dalam bidang pemasaran biar gairah bertani meningkat, walau dari sisi budidayanya tidak dibimbing. Untuk saat ini, seolah kami ini berjuang sendirian saja,” pungkasnya.

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara NTT, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *