Hakim PTUN Periksa Tiga Pabrik Pembuang Limbah di Bandung | Villagerspost.com

Hakim PTUN Periksa Tiga Pabrik Pembuang Limbah di Bandung

Tim peninjau melintas di salah satu instalasi pengolahan limbah PT Five Star (dok. greenpeace)

Tim peninjau melintas di salah satu instalasi pengolahan limbah PT Five Star (dok. greenpeace)

Aktivis Koalisi Melawan Limbah mengambil gambar IPAL milik PT Five Star (dok. greenpeace)

Aktivis Koalisi Melawan Limbah mengambil gambar IPAL milik PT Five Star (dok. greenpeace)

Seekor ikan mati di kolam penampungan limbah milik PT Five Star (dok. greenpeace)

Seekor ikan mati di kolam penampungan limbah milik PT Five Star (dok. greenpeace)

Peninjauan IPAL milik PT Insan Sandang (dok. greenpeace)

Peninjauan IPAL milik PT Insan Sandang (dok. greenpeace)

Pipa pembuangan limbah ke kolam penampung limbah di PT Insan Sandang (dok. greenpeace)

Pipa pembuangan limbah ke kolam penampung limbah di PT Insan Sandang (dok. greenpeace)

Seorang pekerja melintas di depan genangan limbah yang bocor dari IPAL PT Kahatex (dok. greenpeace)

Seorang pekerja melintas di depan genangan limbah yang bocor dari IPAL PT Kahatex (dok. greenpeace)

Instalasi Pengolahan Air Limbah milik PT Kahatex (dok. greenpeace)

Instalasi Pengolahan Air Limbah milik PT Kahatex (dok. greenpeace)

Air limbah sisa produksi di IPAL milik PT Kahatex (dok. greenpeace)

Air limbah sisa produksi di IPAL milik PT Kahatex (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Sidang Pemeriksaan Setempat (PS) gugatan Melawan Limbah hari ini, Kamis (17/3) kembali dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan terhadap lingkungan yang terdampak oleh pembuangan limbah industri di daerah Rancaekek, Kabupaten Bandung. Satu hari sebelumnya, Rabu (16/3) PS dilakukan terhadap tiga pabrik tekstil (PT Kahatex, PT Five Star dan PT Insan Sandang Internusa).

Perusahaan tersebut mendapatkan Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) ke Sungai Cikijing dari Bupati Sumedang yang kini tengah digugat oleh Koalisi Melawan Limbah. IPLC tersebut diberikan di tengah tercemar beratnya Sungai Cikijing oleh limbah industri.

(Baca Juga: Koalisi Melawan Limbah Tuntut IPLC Tiga Pabrik Pencemar Cikijing Dicabut)

PS terhadap lingkungan terdampak limbah kimia beracun berbahaya (B3) industri dilakukan dengan melihat kondisi Sungai Cikijing termasuk tanggulnya yang jebol pada akhir bulan Februari yang lalu sehingga air Cikijing yang tercemari limbah industri kembali membanjiri lahan persawahan masyarakat. Beberapa petani juga memberikan keterangan mengenai pencemaran Sungai Cikijing dan dampak merugikannya terhadap lahan persawahan mereka selama ini.

Pada PS sehari sebelumnya ditemukan beberapa fakta menarik seperti:

PT Kahatex: Sludge B3 (Massa berlumpur lembut yang dihasilkan dari pengolahan limbah) dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kahatex yang dibakar ke dalam PLTU batubara dan beberapa peralatan IPAL yang diduga tidak berfungsi atau rusak. Selain itu limbah/ceceran zat warna dari PT Kahatex juga diduga bercampur dengan drainase. Tidak terlihat dari unit mana aliran ke IPAL 1, 2 dan 3 dan sistem pengelolaan air dari PT Kahatex yang memiliki 3 outlet (Saluran, secara khusus pipa atau lubang, dimana limbah cair dikeluarkan).

PT Five Star: Sementara itu IPAL PT Five Star diduga tidak pernah digunakan sama sekali, tidak tampak ada sludge, dan di kolam IPAL ada tanamanan/rerumputan. Banyak cacing dan lintah tampak keluar dari IPAL PT Five Star yang diduga baru dinyalakan.

PT Insan Sandang: Sludge dry bed (Daerah terbuka di fasilitas IPAL dimana lumpur lembab dibiarkan kering) PT Insan Sandang diduga jarang/tidak pernah digunakan(kering). IPAL mereka diduga bercampur pula dengan drainase dan beberapa titik drainase tampak tercampur limbah lain.

Dengan sidang pemeriksaan setempat ini Koalisi Melawan Limbah berharap bahwa Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dapat mengetahui fakta sesungguhnya akan pencemaran limbah B3 industri yang sudah dan masih terus terjadi sejak dua dekade yang lalu dan berbagai kerugian yang diakibatkannya baik terhadap lingkungan maupun masyarakat. (Foto-foto: Greenpeace)

Ikuti informasi terkait pencemaran Sungai Cikijing >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *