Jadi Pengusaha Bibit Sayuran, Lewat Pemberdayaan Halaman Rumah

Bandung, Villagerspost.com – Bertani itu tidak selalu perlu lahan yang luas. Demikian prinsip yang dipegang Alit Saman, pengusaha bibit sayuran dari Kampung Sukalilah, Desa Sukamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Buktinya, Alit bisa memberdayakan lahan seluas 200 meter persegi untuk dijadikan lahan usaha persemaian bibit sayuran. Posisi lahan bertani yang digarap Alit itu, ada di halaman belakang rumahnya sendiri.

Di situlah, Alit mampu meraup rezeki dari persemaian bibit sayuran. “Biasanya ada beberapa jenis sayuran yang disemai seperti kol, tomat, cabai, bunga kol dan brokoli. Namun sekarang lebih konsentrasi ke pet cay atau sawi putih sebab masa semai lebih cepat hanya dua minggu sudah siap tanam,” ujar Alit kepada Villagerspost.com, beberapa waktu lalu.

Hal yang sama disampaikan Nani, rekan Alit yang sama-sama memberdayakan halaman rumahnya untuk berbisnis persemaian bibit sayuran. Dari lahan itu, Nani menyediakan bibit sayuran siap tanam. “Untuk merotasi lahan bekas kentang agar cepat panen para petani tanam sawi putih, 60 hari sudah panen. Jadi bisa kembali ditanami kentang,” katanya.

Para petani hortikultura di Pangalengan secara umum jika hendak menanam sayuran tidak perlu pusing harus membuat persemaian terlebih dahulu. Sebab sudah ada penyedia khusus bibit sayuran siap tanam. “Berapa kebutuhan tanam disesuaikan dengan luas lahan, mereka tinggal beli,” kata Alit Saman.

Lebih lanjut Alit Saman meceritakan, minimal setiap petani belanja bibit mulai dari 4000 pohon hingga 100.000 pohon, disesuaikan dengan lahan garapan yang dimilikinya. “Sedangkan harga jual bibit sayuran siap tanam bervariasi, seperti sawi putih Rp50/pohon, tomat Rp200/pohon, cabai Rp200/pohon, kol Rp150/pohon,” papar Alit.

Kedua pengusaha bibit sayuran siap tanam tersebut, saat ditanya berapa keuntungan dari bisnis tersebut mengatakan: “Lumayanlah untuk biaya hidup sehari-hari hingga anak bisa sekolah sampai tuntas di universitas.”

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *