Klinik Tanaman Keliling: Manfaat Rotasi Tanaman

Garut, Villagerspost.com – Saat ini pemerintah kerap meminta petani melakukan penanaman padi selama 3 kali berturut-turut dalam setahun. Para petani pun banyak yang keberatan karena bertanam padi secara terus menerus malah meningkatkan risiko serangan hama padi seperti wereng batang coklat.

Para petani di Cihideung, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut tahu betul risiko ini. Karena itu, mereka tetap melakukan pergiliran tanaman antara tanaman padi dan hortikultura.

Saat ini, usai musim tanam kedua, hamparan sawah di Cikajang, berubah menjadi hamparan perkebunan sayur, salah satunya adalah kentang. Saat Klinik Tanaman XSEN berkunjung kesana beberapa waktu lalu, hamparan kebun kentang dengan macam ragam kondisi masa pertumbuhannya, terpampang. Ada yang masih hijau namun ada pula beberapa petani sedang panen.

“Tadinya ini sawah, jika musim hujan hamparan lahan ini dipakai untuk tanam padi, namun jika masuk musim kemarau ditanami hortikultura seperti kentang ,kol dan sayuran jenis lainnya,” kata Haji Marsyid, seorang petani dari daerah Cikajang Garut, kepada Villagerspost.com.

Dia mengatakan, rotasi atau pergiliran tanaman sangat bermanfaat sekali bagi perkembangan tanaman selanjutnya. Sebagai misal, tanah menjadi segar kembali, meningkatkan kesuburan tanah, meningkatkan hasil produksi serta mampu memutus peredaran hama serta penyakit tanaman.

“Ya pada kenyataannya sangat sedikit petani yang sadar tentang pentingnya merotasi tanaman, terkadang jika di lahan kering atau tanah daratan, tadinya pernah ditanami kentang dihantam lagi dengan kentang sebab yang dilihat keuntungan sesaat, padahal itu kan sama dengan ‘pemerkosaan’ terhadap tanah, makanya tidak aneh hasil yang kedua tidak sebagus yang pertama,” tambah Haji Mursyid.

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *