Konservasi Penyu Hijau Nelayan Pantai Popooh

Bunaken, Villagerspost.com – Pantai Poopoh, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, ada awal Juni 2017 lalu kedatangan “tamu istimewa”. Di pantai yang merupakan pantai tempat para nelayan melabuhkan perahunya itu, mendadak didatangi seekor indukan penyu hijau. Tak hanya sekadar mampir, sang induk penyu hijau itu juga ternyata menggali sarang dan bertelur.

“Aksi” sang tamu istimewa itu, ternyata tak lepas dari pengamatan Berce Toli, Ketua Kelompok Nelayan Cahaya Trans. Berce dalam dua tahun terakhir ini memang rajin mengamati perairan sekitar pantai Popooh. Dia yakin sejak lama kawasan ini sebenarnya merupakan wilayah pendaratan dan peneluran penyu.

Keyakinan Berce akhirnya terbukti pada Juni lalu ketika seekor penyu hijau (Celonia mydas) mendarat dan bertelur di pantai itu. Setelah dieram sekian lama, beberapa tukik (anak penyu) pun berhasil menetas dan berhasil melepaskan diri ke laut bebas. Berce segera bergerak cepat untuk menjaga kawasan itu dari incaran tangan-tangan tak bertanggung jawab.

“Saya berharap ekosistem wilayah perairan ini terjaga, karena tidak hanya penyu yang memanfaatkan pantai ini, tetapi juga nelayan untuk pendaratan ikan dari melaut,” kata Berce kepada Villagerspost.com, Jumat (28/7).

“Wilayah ini merupakan area kelola perikanan lestari yang sudah kita gagas sejak 2015 yang lalu, tetapi kendala lapangan seperti masih banyaknya sampah dipantai serta pembangunan di wilayah pesisir tentunya akan mengubah pergerakan arus laut dan ekosistem yang ada. Kami berharap ada solusi dan ketegasan dari Pemerintah baik itu Taman Nasional Bunaken, Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat,” tambahnya.

Berce mengatakan, selama ini nelayaan di kawasan pantai Popooh sudah sering melakukan berbagai aksi menjaga kawasan pantai. “Sampah-sampah di pantai sudah sering kami bersihkan dengan sukarela tetapi tidak ada tempat pembuangan dan pengangkutan. Demikian pula jika ada penyu naik seperti ini jadi kasian mereka akan menetaskan telurnya sudah tertutup sampah, ini yang jelas nampak, apalagi yang ada di lautan itu,” katanya.

Dia berharap pemerintah juga bergerak menghentikan pembangunan di kawasan pantai yang bisa merusak ekosistem pantai Popooh. Belum lagi sepanjang pesisir Tanjung Kelapa Poopoh juga merupakan wilayah pendaratan ikan untuk nelayan.

“Jika ada pembangunan yang tidak sesuai kami kedepan akan bagaimana. Hal-hal seperti ini sudah sering saya sampaikan dalam berbagai kegiatan baik sosialisasi, seminar dan workshop, tetapi jawabannya hanya disuruh melapor,” lanjut Berce.

“Semoga ada solusi konkret ke depan untuk ekosistem di perairan ini, baik untuk satwa dan biota serta nasib kami para nelayan kecil dan tradisional,” pungkasnya.

Video/Laporan: Manajer Kampanye Pride Bogor 6 di Balai Taman Nasional Bunaken

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *