Memerangkap Embun, Memanen Air Ala Petani Lewa

Petani Lewa, Sumba Timur, NTT, bergotong royong memasang instalasi pemerangkap embun (dok. villagerspost.com/john pati ndamung)
Proses ujicoba peranti pemerangkap embun (dok. villagerspost.com/john pati ndamung)
Ujicoba memanen air dari air yang diperangkap oleh jaring pemerangkap embun (dok. villagerspost.com/john pati ndamung)
Lahan perkebunan yang akan diujicoba untuk dialiri air dari hasil memerangkap embun (dok. villagerspost.com/john pati ndamung)

Sumba Timur, Villagrspost.com – Wilayah Sumba, khususnya Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur memang terkenal sebagai wilayah dengan iklim yang kering. Meski begitu, sebenarnya wilayah ini memiliki kelembaban yang cukup tinggi.

Kelembaban yang tinggi kawasan Sumba Timur inilah yang coba diubah menjadi berkah oleh para petani di wilayah Lewa, Sumba Timur. Karena itu, pada Selasa (18/7) lalu, mereka pun mencoba memerangkap kabut untuk bisa memanen air.

Hal itu dilakukan dengan memasang teknologi penangkap atau pemanen kabut. Teknologi ini baru pertama kali diperkenalkan di Sumba. “Ini semoga bisa membantu petani mendapatkan sedikit cadangan air untuk kebutuhan tanaman pada musim kemarau dan untuk jumlah trbatas dan mungkin juga untuk emergency saja yang digandeng dengan irigasi tetes,” harap seorang petani.

Berhasil tidaknya instalasi pemerangkap kabut ini memang masih akan dibuktikan dalam dua hari ke depan. Semua akan tergantung dari potensi kabut di wilayah itu. Namun sekalipun baru, para petani sangat antusias mengikuti pelatihan dan membuat media panen kabut ini.

Foto/teks: John Pati Ndamung, Pegiat Pertanian di Kawasan Sumba Timur

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *