Mengolah Pokok Pohon Jagung Jadi Pakan Ternak

Sumba Timur, Villagerspost.com – Selama ini, petani di Sumba umumnya jika musim hujan hampir serentak menanam jagung. Sayangnya, saat panen, setelah buah jagungnya dipetik, pohonnya dibiarkan begitu saha di lahan kebun, berdiri tegak hingga musim tanam berikutnya. Padahal, pokok pohon jagung itu bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang berguna. Pakan ternak misalnya.

Karena itu, baru-baru ini, para anggota kelompok tani Desa Rakawatu, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur, mengadakan praktik pembuatan pakan ternak organik, dengan bahan utama batang pohon jagung untuk kebutuhan ternak peliharaannya. Praktik tersebut difasilitasi oleh Yayasan Rakyat Merdeka (MARADA) Lewa, Sumba Timur. Narasumber dari Gerakan Petani Nusantara (GPN) Yang didukung oleh Subur Makmur DAS Kadahang (SMDK).

Maria Anajua, pendamping Desa Rakawatu dari Yayasan MARADA mengatakan, selama ini petani tahu, jagung dan ternak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan masyarakat NTT secara umum, begitupun khususnya di Pulau Sumba. Bila musim hujan tiba ramai-ramai tanam jagung, namun sayang batang pohonnya belum dimanfaatkan terlebih untuk pakan ternak.

“Semoga dengan adanya praktik pembuatan pakan ternak organik dari batang pohon jagung,petani mampu menambah wawasan tersendiri, hingga ada perubahan secara perlahan dalam memanfaatkan barang yang tadinya dianggap terbuang,” kata Maria Anajua.

Para petani pun menyambut gembira pelatihan ini. “Ada perasaan aneh, gembira dengan mengetahui praktik pembuatan pakan ternak ini. Sebab selama ini batang pohon jagung terbuang begitu saja,” ujar Abner, anggota yang turut serta dalam pelatihan.

Setelah mengetahui manfaatnya, para petani tampak semangat mencincang batang pohon jagung untuk difermentasi. Sedangkan probiotiknya menggunakan Nutrisi Ternak Organik, hasil buatan petani itu sendiri.

Video/naskah: Rahat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *