Monitoring Alat Penangkap Embun Pemanen Air di Sumba Timur

Petani Lewa, Sumba Timur memantau hasil alat pemerangkap embun, pemanen air (dok. villagerspost.com/jhon pati ndamung)
Meski kabut malam hari cukup tebal, ternyata air yang dipanen hanya sebanyak 250 mililiter (dok. villagerspost.com/john pati ndamung)
Bibit tanaman yang siap ditanam di lahan yang diairi dengan air yang bersumber dari alat pemerangkap embun (dok. villagerspost.com/john pati ndamung)
Lahan yang diairi dengan air yang bersumber dari alat pemerangkap embun (dok. villagerspost.com/john pati ndamung)

Sumba Timur, Villagerspost.com – Sejak Juli lalu, para petani di wilayah Lewa, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur telah mengujicoba alat pemerangkap embun untuk memanen air. Ujicoba alat sederhana ini dinilai sangat penting bagi petani di wilayah beriklim kering seperti di Sumba Timur. Dengan alat sederhana ini, diharapkan petani tak lagi kesulitan air.

Petani berupaya memanfaatkan kelembaban wilayah Sumba Timur yang tinggi untuk bisa memanen air dari embun. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan Markus Ndala, petani dari Lewa, kabut atau embun pada malam hari memang cukup tebal. Namun sayangnya air yang bisa dipanen dalam pemantauan Selasa (12/9) air yang bisa dipanen hanya sebanyak 250 mililiter. “Padahal kabut semalam (Senin, 11 September-red) paling tebal selama ini,” kata Markus kepada Villagerspost.com.

Dia mengatakan, sejak dipasang sebulan lalu, air yang sudah dipanen baru sebanyak 1.250 mililiter saja. Namun para petani tidak berkecil hati dengan hasil ujicoba itu. “Uji coba teknologi sederhana terus dipantau oleh petani sendiri,” tegas Markus.

Foto/teks: John Pati Ndamung, Pegiat Pertanian di Kawasan Sumba Timur

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *