Monitoring Audit Sosial Pupuk Bersubsidi

Perwakilan Oxfam, KRKP dan Katalis berdiskusi dengan masyarakat dusun Batubassi, Maros (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Perwakilan Oxfam, KRKP dan Katalis berdiskusi dengan masyarakat dusun Batubassi, Maros (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Perwakilan KRKP Lily berdiskusi dengan Kepala Dusun Batubassi soal kualitas pupuk bersubsidi (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Perwakilan KRKP Lily berdiskusi dengan Kepala Dusun Batubassi soal kualitas pupuk bersubsidi (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Masyarakat dusun Batubassi mengatakan, mereka masih bergantung pada pemberian pupuk bersubsidi (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Masyarakat dusun Batubassi mengatakan, mereka masih bergantung pada pemberian pupuk bersubsidi (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Perwakilan Oxfam, KRKP dan Katalis bertemu dengan masyarakat desa Sassa, Kabupaten Maros (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Perwakilan Oxfam, KRKP dan Katalis bertemu dengan masyarakat desa Sassa, Kabupaten Maros (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Perwakilan Oxfam, KRKP dan Katalis berdiskusi dengan warga desa Sassa, Maros soal kualitas pupuk bersubsidi (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)
Perwakilan Oxfam, KRKP dan Katalis berdiskusi dengan warga desa Sassa, Maros soal kualitas pupuk bersubsidi (dok. villagerspost.com/uppy supriyadi)

Luwu Utara, Villagerspost.com – Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Yayasan Katalis bersama Oxfam kembali mengadakan Monitoring program Audit Sosial Kebijakan Pupuk Bersubsidi. Kali ini pemantauan dilakukan di Desa Jenetaesa Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros dan Desa Sassa Kecamatan Baebunta Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Pemantauan di Maros dilakukan pada Minggu (22/1) lalu. Sementara di Luwu Utara dilakukan pada Selasa (24/1). Dalam program pemantauan ini, pihak Oxfam diwakili oleh penanggung jawab program Right to Food Widiyanto. Sementara KRKP diwakili oleh Lily. Dari Yayasan Katalis diwakili oleh Siswan Tiro.

“Maksud dari agenda ini adalah untuk meninjau langsung di lapangan perkembangan program audit sosial kebijakan pupuk bersubsidi,” kata Lily kepada Villagerspost.com.

Dia menilai, dari pemantauan ini dapat disimpulkan, pengelola program sudah memahami alur program dan konteks program audit sosial pupuk dengan hak atas pangan. “Konteks masyarakat, masih melihat pupuk subsidi sangat membantu petani. Petani di dua kabupaten ini sangat tergantung pada pupuk bersubsidi,” imbuh Lily.

Laporan/Foto: Uppy Supriyadi, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.