Panen Cabai Merah Organik di Pangalengan

Abba Eban menyortir cabai merah hasil panen di kebunnya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Abba Eban menyortir cabai merah hasil panen di kebunnya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Abba eban memamerkan cabai merah segar organik hasil panen di kebunnya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Abba eban memamerkan cabai merah segar organik hasil panen di kebunnya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Deretan pohon cabai merah di kebun Abba Eban (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Deretan pohon cabai merah di kebun Abba Eban (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Cabai merah yang belum dipanen masih menjuntai di pohonnya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Cabai merah yang belum dipanen masih menjuntai di pohonnya (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Pangalengan, Villagerspost.com – Bagi Abba Eban tujuan bertani sederhana saja: Panen. Karena itu, petani harus bekerja keras dan harus mau belajar merawat tanaman hingga tuntas agar bisa memetik hasilnya. Abba mengatakan, menjadi petani memang tak mudah. Terlebih petani hortikultura yang sangat rentan pada perubahan iklim.

“Dibutuhkan keuletan dalam menanggulangi serangan hama serta penyakit dampak dari fenomena alam ini.terlebih pada tanaman kentang,tomat dan cabai itu sangat rentan terhadap serangan,” katanya kepada Villagerspost.com, Jumat (20/1).

Toh, semua kerja keras dan keuletan Abba tak sia-sia. Dia berhasil memetik jerih payahnya berupa panen cabai merah segar yang ditanamnya dengan sistem pertanian organik. Petani hortikultura dari Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, itupun lantas disibukkan dengan kegiatan memanen dan menyortir hasil panen dari kebun miliknya.

Hamparan pohon cabai terlihat bervariasi ada yang sudah merah buahnya siap petik, ada masih hijau dan ada juga baru keluar bunga di bagian pucuk atasnya. Di kebunnya, Abba Ebban menanam cabai sekitar 12.000 pohon.

Dengan harga cabai yang sedang tinggi, Abba bisa berharap mendapatkan keuntungan yang lumayan. “Kebetulan harga cabai sekarang sedang in (tinggi-red), harga retail Rp50.000/kg, sedangkan harga grosir Rp40.000/kg,” ujar mantan security sebuah perusahaan asing ini.

Dari penuturannya, sekarang biaya produksi cabai mencapai Rp6.000/pohon. Jadi jika menanam 12.000 pohon, maka biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp6.000 dikalikan 12.000 pohon yaitu sebesar Rp72 juta.

Jika diasumsikan tiap pohon rata-rata mampu memproduksi 300 gram cabai, maka produksi total yang bisa dihasilkan Abba mencapai 3.600 kilogram. Dengan harga penjualan di tingkat grosir sebesar Rp40.000 per kilogram, Abba bisa meraup omset sebesar Rp144 juta.

Dikurangi biaya tanam sebesar Rp72 juta, Abba masih bisa meraup keuntungan sebesar Rp72 juta. Keuntungan yang diraih Ebban lumayan besar karena dia menerapkan sistem pertanian organik. “Dengan perlakuan secara organik biaya akan bisa ditekan lebih rendah,tidak semahal pakai kimia sintetis,” pungkas Abba.

Laporan/foto: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *