Panen Kentang Granola di Pangalengan

Kentang yang baru dipanen, dijajarkan di atas tanah siap untuk dikemas (dok. villagerspost.com/ishak sulaiman)
Kesibukan petani kentang di Pangalengan memanen kentang di ladang (dok. villagerspost.com/ishak sulaiman)
Usai panen, kentang-kentang mulai dikemas dalam sebuah keranjang transparan (dok. villagerspost.com/ishak sulaiman)
Kentang sudah terkemas, siap dijual (dok. villagerspost.com/ishak sulaiman)

Bandung, Villagerspost.com – Masuk bulan Maret, petani kentang di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat kembali melakukan panen kentang. Kentang yang dipanen adalah jenis grandola. Kentang jenis ini memang akan tumbuh subur bila ditanam di daerah dengan ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (DPL) atau masuk wilayah dataran tinggi.

Usia panen kentang mulai 90 hari hingga 100 hari. Sedangkan kebutuhan bibit disesuaikan dengan besar-kecilnya bentuk bibit (klasifikasi). Ada kelas G-2, G-3 dan G-4, serta bibit lokal. Namun rata-rata secara umum petani dalam budidaya kentang cenderung menggunakan bibit G-3 dan G-4. Hal ini disesuaikan dengan harga bibit per kg dan bentuk jumlah bibit yang dibutuhkan.

Teks: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara
Foto: Ishak Sulaiman, Petani Kentang, Pangalengan Bandung

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *