Panen Padi di Dusun Takala Barat | Villagerspost.com

Panen Padi di Dusun Takala Barat

Bulir padi menguning, tanda sudah masak dan siap dipanen (dok. villagerspost.com/suharjo)

Bulir padi menguning, tanda sudah masak dan siap dipanen (dok. villagerspost.com/suharjo)

Hamparan padi menguning di Dusun Takala Barat, Pinrang, Sulsel (dok. villagerspost.com/suharjo)

Hamparan padi menguning di Dusun Takala Barat, Pinrang, Sulsel (dok. villagerspost.com/suharjo)

Petani Dusun Takala, Pinrang, Sulsel, beristirahat usai memanen padi (dok.  villagerspost.com/suharjo)

Petani Dusun Takala, Pinrang, Sulsel, beristirahat usai memanen padi (dok. villagerspost.com/suharjo)

Mengangkut hasil panen dengan traktor (dok. villagerspost.com/suharjo)

Mengangkut hasil panen dengan traktor (dok. villagerspost.com/suharjo)

Hasil panen siap dipasarkan (dok. villagerspost.com/suharjo)

Hasil panen siap dipasarkan (dok. villagerspost.com/suharjo)

Bendungan Banteng, memasok air ke areal persawahan di Dusun Takala Barat (dok. villagerspost.com/suharjo)

Bendungan Banteng, memasok air ke areal persawahan di Dusun Takala Barat (dok. villagerspost.com/suharjo)

Pinrang, Villagerspost.com – Kabupaten Pinrang, memang merupakan salah satu kabupaten lumbung pangan di Sulawesi Selatan. Dengan luasan lahan total mencapai 53 ribu hektare, Kabupaten Pinrang menjadi salah satu penghasil padi bagi kebutuhan masyarakat Sulsel.

Salah satu lumbung padi di Pinrang ada di Dusun Takala Barat, Kelurahan Tonyamang, Kecamatan Patapanua, Pinrang. Sejak Rabu (15/2) kemarin, para petani di Dusun Takala Barat tengah sibuk memanen padi di areal persawahan seluas lebih dari seratus hektare di dusun tersebut.

Yunus, salah satu petani di Dusun Takala Barat mengatakan, musim ini, panen di wilayahnya terhitung memuaskan. Dati satu hektare lahan, bisa menghasilkan 7-8 ton gabah. Di lahan kelompoknya, kata Yunus, bisa menghasilkan 80 ton gabah. Mereka mengemas gabah hasil panen ke dalam karung dengan berat antara 100 kilogram-110 kilogram.

Yunus mengatakan, hasil panen yang bagus di Dusun Takala Barat salah satunya juga didukung sistem pengairan yang baik. Warga desa mendapatkan pasokan air yang lancar dari bendungan Banteng, yang berdiri sejak tahun 1930-an. Panen juga bisa dilakukan cepat dengan mekanisasi pertanian. “Pemanenan bisa cepat karena menggunakan mesin, dengan sistem jika dapat 12 karung, maka satu karung untuk pemanen,” kata Yunus, kepada Villagerspost.com.

Laporan/Foto: Suharjo, jurnalis warga dari Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *