Panen Padi di Tengah Pandemi Covid-19 di Desa Sidamulya, Brebes | Villagerspost.com

Panen Padi di Tengah Pandemi Covid-19 di Desa Sidamulya, Brebes

Brebes, Villagerspost.com – Pandemi Covid-19 yang melanda banyak wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Brebes, tak menyurutkan semangat para petani, khususnya di Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, untuk melaksanakan panen raya. Tahun ini, hasil panen di desa yang memiliki luas lahan persawahan total sebesar 210 hektare itu, memang cukup baik.

“Hasil satu petak bisa mencapai 14 sampai 16 karung,” kata Tarya, salah seorang petani yang melaksanakan panen, kepada Villagerspost.com, Minggu (19/4).

Hasil tersebut, kata Tarya, terhitung bagus, karena tahun lalu dari 1 petak sawah hanya bisa menghasilkan paling banyak 5 karung gabah basah. “Tahun lalu hasil anjlok karena serangan teklik (penyakit patah leher-red),” ujarnya.

Untuk diketahui, 1 petak sawah luasnya kira-kira setara 1000 meter persegi dan 1 karung gabah basah beratnya kira-kira 30-35 kilogram. Jadi dari 1 petak sawah, Harto bisa menghasilkan antara 420 kilogram hingga 560 kilogram gabah basah.

Dengan harga gabah basah mencapai Rp350 ribu per kuintal, dari 1 petak sawah, Tarya bisa menghasilkan uang sebesar antara Rp1,47 juta hingga Rp1,96 juta. “Harga segitu termasuk bagus, soalnya tahun lalu 1 karung harga basah hanya 300 ribu rupiah per kuital,” ujarnya.

Para petani sendiri mengaku sangat khawatir dengan kondisi kesehatan mereka karena harus berkumpul dan melakukan panen padi bersama-sama ditengah situasi pandemi Covid-19. “Takut sih takut, tapi mau bagaimana lagi, karena harus cari nafkah. Tapi memang tetap waspada dan hati hati,” kata Harto, petani Sidamulya lainnya.

Dia mengatakan, hidup di desa tidak seperti di kota yang tinggal tekan tombol ponsel, makanan bisa datang. Di desa, masyarakat harus bekerja keras memproduksi pangan, menanam padi untuk bisa membeli makanan.

“Di rumah aja kalau kamu yang makan tinggal online, tinggal mencet makanan dianterin. Saya pun bisa seperti itu tapi uangnya kan nggak ada. Yang bilang di rumah aja mah itu sudah ada uangnya,” kata Harto.

Karena itu, Harto berharap, ada perhatian pemerintah pada kehidupan dan penghidupan petani. Selain jaminan harga panen yang bagus, dia berharap, akses jalan desa juga bisa diperbaiki. “Akses jalan menuju ke areal persawahan memang masih belum memadai, becek dan licin, terutama ketika hujan,’ ujarnya.

Laporan/Video: Suharjo, petani muda Desa Sidamulya

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *