Pembangunan Embung Losarang di Indramayu Terancam Mangkrak? | Villagerspost.com

Pembangunan Embung Losarang di Indramayu Terancam Mangkrak?

Kondisi dari sisa-sisa saluran air untuk pembangunan embung Losarang, Indramayu yang dibangun sejak 2015 (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqien)

Saluran air yang sedianya merupakan bagian dari embung Losarang, Indramayu, tak terawat sejak digali pada 2015 (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqien)

Kondisi sodetan Cipanas, bagian dari pembangunan embung Losarang di tahun 2015 (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqien)

Kondisi sodetan Cipanas saat ini, rusak dan tak terurus (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqien)

Papan proyek embung desa Longok, menurut pihak dinas pertanian Indramayu, pengerjaan embung Losarang di desa Puntang, dipindahkan ke Desa Longok, Kecamatan Sliyeg (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqien)

Pengerjaan embung di Desa Longok, Kecamatan Sliyeg saat ini (dok. villagerspost.com/zaenal mutaqien)

Indramayu, Villagerspost.com – Pemerintahan Jokowi-JK pada tahun 2017 ini telah menargetkan pembangunan 30 ribu embung untuk memenuhi kebutuhan air bagi kawasan pertanian dan juga kebutuhan lainnya. Salah satu kabupaten yang mendapatkan jatah proyek pembangunan embung adalah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang ditargetkan akan dibangun sebanyak 40 embung.

Salah satunya adalah embung Losarang yang ditargetkan selesai pada tahun ini. Sayangnya, pembangunan embung yang sudah dimulai sejak tahun 2015 itu terancam mangkrak. Pasalnya proyek pembangunan embung tersebut, ternyata terus mundur pelaksanaannya, bahkan tidak ada kejelasan sama sekali.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Zaenal Mutaqien, jurnalis warga untuk Villagerspost.com, pada tahun 2015, sebenarnya sudah dibangun sodetan kali Cipanas ke wilayah Apur Kidul di Desa Muntur, Kecamatan Losarang Kabupaten Indramayu. Namun, pembangunan sodetan tersebut ternyata tidak berlanjut. Bahkan, di blok Kedong pada tahun 2016, sodetan yang dibuat sudah hancur dan menyisakan persoalan bagi petaninya, dimana ketika air dari sungai Cipanas meluap akan terjadi banjir.

Hal itu membuat para petani bertanya apakah yang dibangun di Losarang adalah embung, atau sekadar saluran irigasi. Para petani juga sempat mempertanyakan nasib pembangunan embung Losarang ke Dinas Pertanian Indramayu, pada 3 Oktober 2017 lalu. Saat itu, Kepala Seksi Rehabilitasi Pengembangan Lahan dan Perlindungan Tanaman Pangan (Rehalintan) Dinas Pertanian Indramayu Rustanto mengatakan kepada para petani, bahwa berdasarkan data LPSE, telah dipindahkan.

“Proyek embung yang ada di Desa Puntang, Kecamatan Losarang dengan nilai proyek sebesar Rp1,25 miliar kode lelang 25616589 yang berasal dari alokasi dana APBD DAK 2017 dipindahkan di Longok, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu,” kata Rustanto dalam pertemuan itu.

Masih kata Rustanto, pembangunan di Desa Puntang akan dilakukan oleh Dinas Pendayagunaan Sumber Daya Air (PSDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun, hal itu belum terkonfirmasi.

Ketika Villagerspost.com, mencoba melihat pembangunan di Desa Longok, memang terlihat sudah ada penggalian yang dilakukan, namun penggalian tersebut bentuknya seperti penggalian saluran sebagaimana yang dilakukan di Puntang. Yang juga aneh, meski disebutkan pembangunan embung tersebut dipindahkan, namun nama mata anggarannya tidak ada perubahan. Warga desa pun terus menanti realisasi pembangunan embung yang sebenarnya merupakan usulan warga mengingat kebutuhan akan air bagi lahan pertanian di wilayah tersebut.

Laporan/Foto: Zaenal Mutaqien, Petani Muda Desa Muntur, Losarang, Indramayu, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *