Penanganan Serangan Belalang Kembara Secara Ramah Lingkungan

Waingapu, Villagerspost.com – Dua minggu terakhir semua orang ramai memposting tentang serangan belalang kembara (Locusta migratoria) yang masuk kota Waingapu kabupaten Sumba Timur. Semua merasa khawatir, was-was dan selalu berpikiran ingin membunuhnya. Lantas timbul pertanyaan, bagamana cara memusnahkannya?

Ada pro dan kontra apakah dengan menggunakan bahan kimia sintetis atau dengan bahan alami yang memang ramah lingkungan. Sementara, warga semakin khawatir dengan ganasnya serangan jutaan belalang itu. “Setiap yang dihinggapi dilahap begitu saja termasuk daun bambu, begitupun daun trembesi, padahal pahit rasanya,.” Ujar Jublina Come warga Padadita kelurahan Prailiu, Sumba Timur. “Kami sangat merasa khawatir,” ujarnya lagi.

Serangan belalang kembara ke Sumba Timur dimulai sejak tahun 2016, kemudian muncul kembali dengan dahsyat di tahun 2017 ini. Namun pada saat serangan terjadi tahun 2016 lalu, sebenarnya sudah ada solusi yang ditawarkan untuk memusnahkan belalang kembara ini secara ramah lingkungan.

Cara itu disampaikan oleh pakar pertanian IPB Dr. Ir. Hermanu Triwidodo yang hadir dalam acara diskusi penanganan serangan belalang kembara, antara Staf Ahli Wantimpres dengan Pemkab Sumba Timur di ruang rapat Bupati Sumba Timur, pada 3 Agustus 2016. Ketika itu, Hermanu menyampaikan, agar penanganan serangan belalang dihindari dengan menggunakan pestisida kimia, sebab akan berdampak kurang bagus terhadap lingkungan.

Menurutnya lagi penanggulangan yang ramah lingkungan bisa dilakukan dengan teknik Patogen Serangga. Bagaimana caranya? Tangkap belalang yang sakit kemudian digerus, dikeringkan lalu fermentasi selama 5-6 hari. Kemudian, tambahkan gula pasir dua sendok makan dalam campuran air 1 liter. Barulah cairan ini bisa disemprotkan ke areal yang pernah dihinggapi belalang, sebab koloni itu akan meninggalkan telurnya untuk menetas pada musim hujan yang akan datang.

Dengan cara itu, telur belalang diharapkan tak menetas sehingga serangan pada masa berikutnya bisa diatasi. Hermanu dalam kesempatan itu juga berharap gerombolan belalang tersebut bisa ditangkap saat malam hari dan diolah menjadi campuran pupuk organik buat tanaman. “Sebab kandungan proteinnya sangat lumayan,” tegasnya.

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *