Rayakan Hari Lingkungan Hidup, Nelayan Tatapaan Tanam Mangrove | Villagerspost.com

Rayakan Hari Lingkungan Hidup, Nelayan Tatapaan Tanam Mangrove

Pegawai TN Bunaken bersama nelayan dari kelompok Cahaya Tatapaan melakukan penanaman mangrove (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Briefing sebelum melakukan penanaman mangrove (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Bahu membahu memperbaiki kawasan mangrove agar tidak rusak dan menjadi tempat hidup ikan dan biota laut lainnya (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Anak-anak pun ikut turun tangan menanam mangrove demi masa depan (dok. villagerspost.com/eko handoyo)

Bunaken, Villagerspost.com – Bertepatan hari lingkungan hidup sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni, Balai Taman Nasional Bunaken mengajak kelompok binaan Cahaya Tatapaan dan Kader Konservasi di bagian selatan Taman Nasional Bunaken untuk menanam mangrove. Kepala Subbagian Tata Usaha Balai TN Bunaken Nikolas Loli selaku panitia acara tanam mangrove mengatakan, kawasan mangrove di bagian selatan Taman Nasional Bunaken harus diperhatikan dan dipertahankan baik kualitas maupun kuantitasnya, mengingat manfaatnya begitu penting dalam siklus kehidupan.

“Jika ekosistem mangrove disini rusak maka tidak terbayangkan apa yang akan terjadi, mangrove disini sebagai lokasi pembiakan ikan,” katanya, kepada Villagerspost.com, Senin (5/6).

Dia mengingatkan, dalam kondisi lebih ekstrem lagi, jika ekosistem mangrove hilang akan berakibat pada tragedi kemanusian. “Nelayan memanfaatkan sumber daya perikanan dimana ikan yang menggunakan ekosistem mangrove mulai terdegradasi. Yang rugi adalah kita semua,” tegasnya.

Nikola menjelaskan, mangrove juga merupakan salah satu tumbuhan hijau dengan serpan karbon yang tinggi, lebih dari 1500 m3/ha per tahun. Mangrove yang kita ketahui bersama dalam Nybakken 1993, disebut juga hutan bakau atau mangal, yaitu sebutan umum yang digunakan untuk menggambarkan satu varietas komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin.

Ekosistem hutan mangrove memberikan banyak manfaat antara lain :

1. Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai.
2. Menjernihkan air, penahan lumpur dan perangkap sedimen.
3. Peredam gelombang dan angin badai.
4. Mengawali rantai makanan.
5. Melindungi dan memberi nutrisi (nursery dan spawning).
6. Pemasok larva ikan, udang, dan biota laut lainnya.
7. Sebagai tempat pariwisata.
8. Manfaat lainnya bagi manusia seperti tempat wisata, obat-obatan, pakan dan makanan, tambatan kapal, bahan kertas, dan bangunan.

Sekretaris Cahaya Tatapaan Arifin Konteng mengatakan, tahun 2017 merupakan tahun ke 2 kelompok Cahaya Tatapaan melakukan pengkayaan mangrove. “Di tahun lalu 2016 pada helatan event yang sama (hari lingkungan hidup 5 Juni 2016) bersama-sama dengan adik-adik Sekolah Minggu Gereja Popareng menanam mangrove sebagai upaya pendidikan konservasi dini. Dan tahun ini kami bersyukur diajak oleh Balai TN Bunaken bersama Kader Konservasi untuk mengkayakan mangrove di spot-spot penting agar ekosistem pesisir terjaga,” ujarnya.

Lapiyan Porayow bendahara kelompok Cahaya Tatapaan mengatakan, dia sudah 3 hari dari hari Jumat lalu membuat ajir tanam dan mengangkat mangrove yang disiapkan. “Bahkan sampai malam tadi sebelum penanaman lokasi harus benar-benar disiapkan. Tahun ini yang kami tanam lebih dari 2000 bibit, semoga bisa tumbuh bagus minimal 10% saja yang mengalami kematian,” pungkasnya.

Laporan/Foto: Eko Handoyo, Manajer Kampanye Pride Bogor 6 di Balai Taman Nasional Bunaken

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *