Safari Organik: Petani Matawai Pawali Belajar Memahami Pertanian Organik

Sumba Timur, Villagerspost.com – Desa Matawai Pawali adalah desa ketiga yang dikunjungi dalam acara Safari Organik di Pulau Sumba. Sesuai rencana, setiap desa jadwalnya dikunjungi selama dua hari. Hari pertama diisi diskusi permasalahan yang selama ini menjadi kendala petani, seperti bagaimana penanggulangan hama serta penyakit (OPT).

Dalam diskusi seringkali saat petani mendapat serangan hama tanamannya, selalu yang ditanyakan obat pembasmi. Walaupun di alam sekitar sudah tersedia, namun secara umum petani belum mengetahui adanya sumber alami yang bisa dijadikan pembasmi hama. Petani pun belum tahu cara menerapkannya ketika diberi pengetahuan.

Begitupun dengan kebutuhan pupuk, petani banyak yang berharap pada yang instan alias pupuk kimia. Padahal di sekitar alam banyak sekali bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk kebutuhan tersebut. Adalah wajar andai mereka selalu berpikiran yang serba instan, sebab para petani kita di negeri ini sudah satu generasi dididik manja dengan bahan bahan kimia sintetis.

Sesungguhnya jika mau jujur, bertani dengan bahan kimia, biaya justru semakin tinggi, sebaliknya produksi makin merosot. Belum lagi dampak negatif yang ditimbulkan akibat bahan kimia tersebut bisa berakibat fatal, baik itu untuk lingkungan maupun kesehatan kita. Inilah pentingnya memberikan pemahaman petani akan manfaat pertanian organik atau pertanian ekologi selaras alam.

Setelah kegiatan seharian, malamnya bersama para petani menonton bareng tentang pertanian organik. Bagi mereka yang tinggal di desa, pemutaran film tersebut adalah sesuatu hal yang langka, hingga seluruh anggota keluarga diajak nonton sebagai hiburan bersama.

Memasuki hari kedua, pagi harinya dilakukan kunjungan ke lahan petani untuk melakukan praktik aplikasi pestisida organik yang dibuat pada sesi kemarin sore. Di lahan, selain praktik, juga dilakukan diskusi terkait permasalahan dan pemecahan masalah secara bersama di kebun petani. Semoga melalui kegiatan Safari Organik yang dilaksanakan oleh Yayasan MARADA, wawasan petani makin bertambah dengan praktik-praktik cerdas yang diterapkan.

Laporan/Video: Rahmat Adinata, Praktisi Pertanian Organik Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *