Sekolah Lapang Kakao Organik di Waikadada

Sumba Barat Daya, Villagerspost.com – Sekolah Lapang merupakan sebuah jalan dalam mencerdaskan petani. Sebab dalam pelaksanaan SL petani diberikan sedikit teori dan lebih banyak praktik, sehingga tidak mudah lupa. Seperti yang sudah dilakukan oleh konsorsium Wee Padalu Kabupaten Sumba Barat Daya, yang melaksanakan Sekolah Lapang untuk budidaya kakao secara organik yang dimulai sejak Senin, 13 Maret lalu.

SL pertama mengambil lokasi di desa Waikadada, kecamatan Kodi Bangedo. Adapun peserta yang mengikuti SL sebanyak 19 orang petani, dari desa Waikadada, WaiPadi dan desa Deludepa. Diharapkan alumni SL tersebut akan mampu untuk menularkan ilmunya kepada kawan-kawan sesama anggotanya di kelompok masing-masing.

Bila di sekolah sebelum ujian para siswa diberikan terlebih dahulu teori untuk lebih lanjut dipelajari sebagai bahan ujian, namun dalam Sekolah Lapang petani harus ujian dulu baru teori. Rencana tindak lanjut sebagai pemecahan masalah bisa dilakukan belakangan.

Tahap awal sekolah lapang kakao, para petani digiring agar dapat memahami apa sesungguhnya dan kemauan kakao agar mampu memberikan hasil maksimal saat panen.
Selanjutnya petani akan digiring dalam SL tersebut lebih mengenal dan mampu bersahabat dengan alam sehingga bisa membedakan mana hama, penyakit dan musuh alami yang menguntungkan petani. Harapan kedepannya petani tidak merusak lingkungan, hingga akan berakibat fatal terhadap kesinambungan pertumbuhan kakao itu sendiri.

Teks/Video: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *