Sukacita Panen Kentang Petani Pangalengan

Hamparan kentang siap dipanen (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Hamparan kentang siap dipanen (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Petani mencangkul lahan, menggali kentang yang siap panen (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Petani mencangkul lahan, menggali kentang yang siap panen (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Memunguti kentang dan memasukkan ke dalam karung (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Memunguti kentang dan memasukkan ke dalam karung (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Terkemas rapi dalam karung, siap dikirim ke pembeli (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)
Terkemas rapi dalam karung, siap dikirim ke pembeli (dok. villagerspost.com/rahmat adinata)

Bandung, Villagerspost.com – Sukacita petani adalah panen. Begitupun halnya dengan para petani kentang di daerah Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Apalagi, saat ini harga kentang relatif stabil, sehingga petani bisa berharap meraup keuntungan yang lumayan.

“Untuk saat ini harga kentang terbilang cukup stabil dikisaran Rp9.000/kg,” ujar Ishak Sulaeman, seorang petani dari desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, kepada Villagerspost.com, saat melakukan panen di kebunnya.

Ketika ditanya berapa biaya produksi kentang per hektarnya, petani tersebut menjelaskan, untuk saat ini biaya setiap hektare budidaya kentang sekitar Rp150 juta. Dengan biaya sebesar itu, petani berharap harga kentang terus stabil di angka Rp9.000/kg ke atas.

“Jika dapat hasil panen 30 ton per hektare, dikalikan dengan harga Rp.9.000/kg, kita dapat Rp270 juta, jadi masih ada lebih Rp130 juta, dengan masa panen 120 hari,” terang Ishak.

Karena itu, dia berharap harga kentang tidak turun lebih rendah dari harga saat ini. Dia mengatakan, titik kritis harga kentang ada di kisaran di atas Rp5.000/kg. “Jika harga kentang turun mencapai Rp5.000/kg maka sudah jelas petani akan rugi,” katanya.

Dia berharap janji pemerintah untuk menyetop impor kentang benar-benar dilaksanakan agar petani bisa sejahtera. Sebelumnya, Menteri Pertanian sudah berjanji akan menyetop total impor kentang baik jenis Atlantis yang banyak dipakai untuk industri makanan ringan.

Sementara untuk jenis Granola (kentang sayur) yang sudah bisa dibibit secara lokal, kata Amran, impor tidak diperbolehkan sama sekali. Apabila ada  importir yang menyalahgunakan alokasi impor kentang Atlantik untuk mengimpor kentang Granola, maka akan dicabut izinnya.

Seperti diketahui, ketentuan impor produk hortikultura, termasuk kentang, diatur dalam Permendag No. 71/2015. Permendag tersebut mencantumkan penetapan jumlah alokasi impor produk hortukultura setiap tahun ditentukan dan disepakati dalam rapat koordinasi.

Pada 2016, izin impor kentang segar/dingin dan olahan ditetapkan sebesar 207.573,29 ton. Hingga 6 Desember 2016, telah direalisasikan sebesar 76.982,59 ton. Produksi kentang nasional pada 2016 hingga November telah mencapai 956.305 ton. (*)

Laporan/foto: Rahmat Adinata, Petani Organik, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *