Sungai Pemali Brebes Meluap, Enam Desa Terancam

Air Sungai Pemali, Brebes, Jawa Tengah meluap (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)
Air Sungai Pemali, Brebes, Jawa Tengah meluap (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)
Luapan dan arus deras Sungai Pemali menggerus tanggul sungai yang sebelumnya sempat longsor (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)
Luapan dan arus deras Sungai Pemali menggerus tanggul sungai yang sebelumnya sempat longsor (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)
Luapan air Sungai Pemali, Brebes, Jawa Tengah, mengancam enam desa dan sembilan kelurahan (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)
Luapan air Sungai Pemali, Brebes, Jawa Tengah, mengancam enam desa dan sembilan kelurahan (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)
Luapan dan arus deras sungai Pemali ikut menggerus tanggul sepanjang 5 kilometer (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)
Luapan dan arus deras sungai Pemali ikut menggerus tanggul sepanjang 5 kilometer (dok. villagerspost.com/bangkit nugroho sylendra)

Brebes, Villagerspost.com – Sejak Selasa (31/1) hingga hari ini, Kamis (2/2) luapan Sungai Pemali, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah masih terus terjadi. Sejak Selasa, pukul 23.00, debut Sungai Pemali mulai mengalami kenaikan sedikit demi sedikit. Pada Rabu (1/2), tanggul sungai yang sudah diperbaiki yang sebelumnya sempat longsor, kembali mengalami longsor.

Bahkan longsoran itu merambah ke arah utara tanggul hingga lima meter tanggul baru ikut longsor. Hingga hari ini, debit Sungai Pemali masih tinggi dan pemerintah setempat sudah menaikkan statusnya siaga satu untuk 6 Desa dan 9 kelurahan yang terancam. Desa-desa tersebut adalah Desa Tengki, Desa kedunguter, Desa Pagejugan, Desa sigambir, Desa Randusanga Kulon, Desa Randusanga Wetan.

Sementara kelurahan yang terancam diantaranya adalah Kelurahan Pasar Batang, Kelurahan Limbangan Kulon dan Kelurahan Limbangan Wetan. Keenam desa dan sembilan kelurahan ini berada dalam satu Kecamatan Brebes. Dari laporan warga, hingga saat ini belum ada penangan yang berarti. Masyarakat hanya bisa menanti dengan kekhawatiran tanggul akan benar-benar jebol.

Laporan: Bangkit Nugroho Sylendra, Petani Muda, Anggota Gerakan Petani Nusantara

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *