Terjebak di Lumpur, Truk Bermuatan Semen Lumpuhkan Jalan Nasional Rawajitu | Villagerspost.com

Terjebak di Lumpur, Truk Bermuatan Semen Lumpuhkan Jalan Nasional Rawajitu

Truk semen terjebak lumpur mengakibatkan kemacetan parah selama dua hari ini di jalan nasional Rawajitu Lampung (villagerspost.com/ari suharso)

Rawajitu, Villagerspost.com – Macet bagi sebagian masyarakat di perkotaan mungkin sebuah pemandangan lumrah yang terjadi setiap jam kerja, namun berbeda halnya dengan masyarakat di Kecamatan Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung dan sekitarnya yang menjumpai kemacetan hanya di musim hujan.

Arus lalu lintas di jalan yang berstatus jalan nasional yang membentang sepanjang 62 kilometer ini tidaklah begitu padat, namun buruknya kondisi jalan selalu menjadi penyebab utama sering tergangggunya kelancaran arus lalu lintas menuju wilayah lumbung padi nasional dan sentra udang terbesar di Provinsi Lampung ini.

Siang ini, Rabu (27/2) nampak antrean puluhan mobil dan truk pengangkut barang mengular, untuk bisa melewati badan jalan alternatif yang dibuat oleh warga karena ruas jalan utama tertutup truk bermuatan semen yang terjebak kubangan lumpur.

Menurut Ismet Roni salah seorang warga Rawajitu, kemacetan parah ini terjadi sejak pukul 15.00 sore, Selasa (26/2) kemarin hingga siang hari ini. Mobil-mobil yang terjebak kemacetan sedang berupaya dialihkan ke badan jalan alternatif yang terbuat dari susunan batu yang dibangun secara swadaya oleh oleh para petambak anggota P3UW Lampung, agar dapat menjadi solusi alternatif kendaraan yang lain untuk bisa melintas.

Kemacetan akibat buruknya infrastruktur jalan ini merugikan petani dan petambak Dipasena (villagerspost.com/ari suharso)

“Sementara ini kerjasama alat berat dinas PU dan material batu dari P3UW Lampung sedang diupayakan untuk membuat badan jalan alternatif agat mobil yang lain bisa lewat, kasian para penumpang umum kalau terus macet sampai besok,” ujar Ismet, kepada Villagerspost.com.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir jalan nasional Rawajitu memang telah mendapatkan bantuan kucuran dana dari pemerintah pusat. Namun buruknya kondisi jalan yang ada dan terbatasnya anggaran yang disalurkan membuat beberapa titik terparah di jalan nasional tersebut justru sama sekali belum tersentuh pembangunan.

Kondisi jalan yang rusak parah ini juga menyulitkan petambak. Pasalnya, pengangkutan keperluan petambak seperti hasil panen, benih dan pakan ternak kerap terganggu lantaran truk-truk pengangkut kerap terjebak lumpur atau terbalik, akibat kondisi jalan yang buruk.

Pagi ini saja, lapor Ismet, sebuah truk pengangkut pakan udang yang nekat mencoba menerobos kubangan lumpur, malah membuat kondisi jalan semakin macet, akibat truk tersebut malah terjebak gundukan tanah dan terbalik. “Isi truk berupa pakan udang juga berhamburan ke jalan, yang jelas petambak akan mengalami kerugian besar,” ujar Ismet yang juga seorang petambak udang itu.

Laporan/Foto/Video: Ari Suharso, Petambak Udang di Rawajitu, Anggota P3UW Lampung, Jurnalis Warga untuk Villagerspost.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *