Video Warga: Dahsyatnya Serangan Belalang Kembara di Waingapu

Waingapu, Villagerspost.com – Sudah empat hari belakangan ini, belalang kembara menyerang empat kecamatan di Kabupaten Sumba Timur. Siklus ini merupakan sikus 10 tahunan di pulau ini bahkan dulu gerombolan belalang sangat padat dan banyak hingga menutupi langit Sumba menyerupai awan tebal, menggelapkan daerah yang dilewatinya.

Miris bagi petani di daerah ini, di beberapa kecamatan, padi yang sudah siap panen malah jadi gagal panen karena habis diserang belalang. Bagaimana keseimbangan ekosistem di daerah ini? .

Pencegahan dan pembasmian dengan menggunakan pestisida pastinya membutuhkan jumlah besar yang dampak berakibat buruk bagi lingkungan, ekosistem (yaitu membunuh juga predator alami belalang) dan juga bagi tanaman itu sendiri. Namun, apabila ini sudah menjadi siklus rutin 1 dasawarsa-an, tentu saja hal ini bisa menjadi pertimbangan dari pemerintah untuk masyarakat agar mencegah menanam pada waktu tertentu berdasarkan siklus.

Memang jadi menghilangkan pekerjaan petani untuk sementara, namun, daripada harus mengalami gagal panen. Selain masalah bagi petani, hal tersebut juga menjadi kendala bagi penerbangan seperti tiga hari yang lalu. Nam Air harus menunda pendaratan dan berkeliling di langit Waingapu untuk menunggu landasan aman dari belalang. Hal itu dikarenakan belalang telah memenuhi lapangan bandara Umbu Mehang Kunda yang tentunya berbahaya bagi keselamatan penumpang apabila diteruskan mendarat disitu.

Pertama, ban pesawat dapat tergelincir karena menabrak ribuan belalang di landasan pacu. Kedua, belalang dapat masuk ke dalam mesin-mesin pesawat yang akhirnya berakibat buruk bagi kesehatan mesin saat terbang. Untung saja disekitar Waingapu masih banyak padang sabana, sehingga belalang terkonsentrasi di sana.

Laporan/Video: Novi Kristanti, warga Desa Lepuri, Waingapu, Sumba Timur.

kontak instgram: @kanopi_berjalan
email: kristantinovi24@gmail.com

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *