Dugaan Kartel Sapi, KPPU Akan Panggil Feedloter | Villagerspost.com | Page 2

Dugaan Kartel Sapi, KPPU Akan Panggil Feedloter

Sapi potong di peternakan sapi dalam negeri (dok. ews.kemendag.go.id)

Sapi potong di peternakan sapi dalam negeri (dok. ews.kemendag.go.id)

Feedloter Diduga Atur Pasokan ke RPH

KPPU menduga, modusnya adalah 35 perusahaan feedloter di bawah Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) mengatur atau mengendalikan pasokan sapi ke rumah potong hewan (RPH). Dampaknya, pasokan daging sapi di pasar berkurang, dan harga meroket hingga mencapai Rp130.000 per kilogram.

Dalam sidak yang dilakukan KPPU, Selasa (11/8), KPPU memang sudah menduga ada permainan kartel dalam kasus kelangkaan daging sapi ini.

“Sekarang ini KPPU akan melengkapi data dulu, sesuaikan dengan kewenangan kita. Kita juga mau melakukan kerja-kerja advokasi bahwa pemerintah memiliki andil kenapa terjadi kelangkaan sapi seperti sekarang ini, dan tentu ini soal kebijakan,” kata Syarkawi saat blusukan ke RPH semalam seperti dikutip kppu.go.id.

Syarkawi mengatakan, kunjungan tersebut adalah untuk mendengarkan langsung keluhan pengelola RPH tentang bagaimana fenomena kelangkaan daging sapi. Nantinya, temuan-temuan di lapangan ini akan KPPU jadikan pertimbangan untuk mendesak pemerintah agar kebutuhan impor daging sapi ini bisa dikaji lebih dalam lagi.

“Tidak hanya mendesak pemerintah, KPPU juga akan panggil semua feedloter sampai dengan RPH. Jika nanti ditemukan kartel, tentu KPPU akan lakukan tindakan hukum sesuai UU No. 5 Tahun 1999. Jelas, kita akan berusaha perkuat data dan bukti soal dugaan kartel daging sapi ini,” tegas Syarkawi.

Sementara itu, pengelola RPH Semanan Almunir Mukhtar mengutarakan bahwa sudah seharusnya pemerintah juga memperhatikan rumah-rumah pemotongan hewan. Dirinya berharap agar RPH yang ia kelola juga mendapat jatah pasokan sapi potong.

“Saya berharap KPPU juga bisa membantu keadaan menjepit yang terjadi di RPH sekarang ini. Bulog juga saya harap bisa aktif memberikan tawaran ke kami,” harap Almunir.

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *