Perempuan dan Petani Muda, Tulang Punggung Sistem Pangan Nasional

Konferensi pers petani muda, pejuang di masa pandemi dan tonggak sistem pangan di Indonesia (dok. krkp)

Bogor, Villagerspost.com – Pangan dan pertanian merupakan sektor yang sangat penting di masa pandemik. Sektor ini terbukti menjadi penopang bagi sektor lain yang mengalami kemerosotan. Pertanian dan pangan juga memegang peran penting dalam menjaga stabilitas nasional aman dan tidak jatuh pada situasi rawan pangan atau kelaparan.

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan, sektor pertanian dan pangan sangat penting untuk menjaga Indonesia keluar dari krisis pangan yang mengancam semua negara di dunia. “Saat ini harusnya kita menjadi lebih sadar dan memberikan perhatian yang besar pada sektor pertanian dan pangan. Kenapa? Karena sejarah telah mencatat sektor ini menjadi penyelamat pada situasi sulit sekaligus menjadi tiang negara,” ujarnya, pada konferensi pers bertajuk: ‘Petani Muda, Pejuang di Masa Pandemi, dan Tonggak Sistem Pangan di Indonesia‘, yang dilaksanakan secara daring, Sabtu (24/10).

Di balik kuat dan pentingnya sektor pertanian dan pangan, tentu saja ada petani di baliknya. Dengan demikian petani lah, terutama perempuan tani dan petani muda yang menjadi pahlawan pada setiap situasi kritis seperti saat ini. “Mereka tetap memberi makan kita semua sekalipun mereka menghadapi risiko yang besar, baik risiko terkena wabah maupun risiko kegagalan usaha tani akibat situasi rantai pasok mengalami gangguan,” jelas pia yang akrab disapa Ayip itu.

Pentingnya peran pangan, pertanian, petani muda dan perempuan tani dalam situasi saat ini juga disampaikan Maya Solastika, Duta Petani Muda 2016 dan pendiri Twelve’s Organic Farm. Maya mengatakan, pangan dan petani masih akan terus dibutuhkan sepanjang masih ada kehidupan.

“Manusia akan membutuhkan pangan kapan pun dan dimana pun. Dan tercukupinya kebutuhan akan pangan menjadi penggambaran dari kehidupan yang sehat dan makmur. Dengan demikian keberadaan petani menjadi suatu pertanda masa depan yg cerah dari suatu bangsa dan peradaban,” ungkapnya.

Situasi pandemik saat ini sebenarnya tidak hanya menghadirkan ancaman, namun juga peluang. Rici Solihin, Duta Petani muda dan pemilik Paprici Farm mengatakan, pada pandemic ini justru usahanya dapat bertahan dan berkembang karena permintaan pangan tetap terjadi. Adanya masalah bisa menjadi peluang baru bagi yang mampu memanfaatkannya.

Oleh karena itu petani masa kini perlu dibekali dengan kreativitas untuk terus melahirkan inovasi baru di kala krisis. “Seperti tanaman yang terus tumbuh untuk berbuah begitu pula petani yang harus selalu berjuang untuk tumbuh meraih kedaulatan agar berdaya dan memberi dampak bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” ungkapnya

Sementara Catu Rini Cahyadiningsih, Female Food Heroes dan trainer hidropinik mengemukakan, perempuan punya peran penting dalam memproduksi pangan. Perannya bisa dilakukan mulai dari budidaya sampai penyiapan pangan. Budidaya pangan bisa dlakukan dimanapun baik di pedesaan maupun perkotaan. Baik skala besar maupun rumah tangga.

“Saya berupaya agar setiap rumah tangga memiliki kebon sayuran sendiri sehingga bisa memberikan asupan gizi bagi keluarga,” ujarnya.

Dalam masa pandemi, di mana rumah menjadi pusat aktivitas maka hidroponik menjadi salah satu solusi kaum urban untuk berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan pangan. “Untuk itu, saya dengan ketrampilan dan pengetahuan yg saya miliki, berbagi kepada setiap orang agar memanfaatkan ruang kosong sekitar rumah untuk menanam secara hidroponik. Hati senang, badan sehat, imun meningkat,” jelasnya.

Demikian pentingnya peran petani muda dan perempuan tani dalam penyediaan pangan dapat juga menjadi kekuatan untuk memperkuat sistem pangan ke depan. Pandemi ini menunjukkan ke kita semua tentang pentingnya melakukan perubahan pada sistem pangan kita menjadi lebih berdaulat, adil dan resilien.

Terkait perubahan sistem pangan ini KRKP telah menetapkan gagasan untuk melakukan Indonesian Food System pada tahun 2021. Semua komponen atau pelaku sistem pangan yang ada akan menjadi bagian penting dalam summit ini. Terlebih petani muda dan perempuan tani.

“Petani muda dan perempuan tani akan dilibatkan dan menjadi komponen penting dalam perumusan sistem pangan. Karena mereka akan menjadi pelaku utama sistem pangan yang berdaulat, adil dan resilien,” pungkas Ayip.

Editor: M. Agung Riyadi

Baca Juga:

Inovasi Petani Muda: Genjot Pertanian, Selamatkan Ekonomi Dari Krisis

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *