31 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditenggelamkan Serentak

Aparat KKP dan TNI AL menenggelamkan kapal asing pencuri ikan (dok. kkp.go.id)
Aparat KKP dan TNI AL menenggelamkan kapal asing pencuri ikan (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Sejumlah 31 kapal asing yang tertangkap melakukan kejahatan pencurian ikan akan ditenggelamkan secara serentak di beberapa lokasi berbeda. Penenggelaman kapal-kapal asing itu akan dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Ini merupakan kegiatan penenggelaman kali pertama di tahun 2016 dan akan dilakukan di lima lokasi berbeda,” kata Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Tyas Budiman yang memimpin penenggelaman kapal di Pontianak, Senin, (22/2) seperti dikutip kkp.go.id.

(Baca Juga: Merdeka! Susi Pudjiastuti Tenggelamkan 38 Kapal Asing)

Kapal-kapal asing tersebut ditenggelamkan di lima lokasi berbeda. Pertama di Pontianak, Kalimantan Barat dimana akan ditenggelamkan sebanyak delapan kapal asal Vietnam. Kedua, di Bitung, Sulawesi Utara dimana akan ditenggelamkan sebanyak 10 kapal diantaranya enam berbendera Filipina dan empat Indonesia).

Ketiga, di Batam, Kepulauan Riau dimana akan ditenggelamkan sebanyak 10 kapal yang terdiri dari tujuh kapal Malaysia dan tiga kapal Vietnam). Keempat, di Tahuna, Sulawesi Utara sebanyak satu kapal asal Filipina). Kelima di Belawan, Sumatera Utara satu kapal asal Malaysia.

Prosesi penenggelaman itu sendiri dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas Illegal Fishing melalui live streaming dari Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jakarta. Begitu Susi memberi komando, kapal-kapal asing itu diledakkan secara serentak tepat pukul 10.00 WIB.

Kegiatan penenggelaman ini, kata Tyas, dilaksanakan atas dukungan dan kerja sama yang intensif dengan Satgas Illegal Fishing, TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla), Kejaksaan Agung dan instansi terkait lainnya yang diwujudkan melalui berbagai dukungan.

“Khususnya unsur-unsur Kapal Pengawas Perikanan KKP, KRI TNI Angkatan Laut, Kapal Polisi, dan Kapal Bakamla,” kata Tyas.

Penenggelaman ini menambah jumlah kapal yang sudah ditenggelamkan sejak bulan Oktober 2014. Hingga saat ini, jumlah kapal pencuri ikan yang sudah ditenggelamkan mencapai berjumlah 151 kapal. Kapal-kapal itu terdiri dari 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, dua kapal Papua Nugini, 1 kapal Tiongkok dan 14 kapal berbendera Indonesia.

Penenggelaman kapal ini dilakukan dengan mengacu pada Pasal 76A UU Nomor 45/2009 tentang Perubahan Atas UU No 31/2004 tentang Perikanan, yaitu benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindakĀ  pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri. (*)

Ikuti informasi terkait penenggelaman kapal pencuri ikan >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *