33 Jam Aksi Protes Tanker Sawit, Aktivis Greenpeace Dibebaskan

Keenam aktivis Greenpeace yang menduduki kapal Stolt Tenacity akhirnya dibebaskan (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Keenam aktivis yang ditahan selama 33 jam di atas kapal yang mengangkut minyak sawit kotor ke Eropa telah dibebaskan otoritas Spanyol di Algeciras, Senin (19/11). Relawan Greenpeace International naik ke kapal tanker Stolt Tenacity pada sabtu pagi waktu setempat sehingga menunda perjalanan kapal tersebut dari Indonesia ke Belanda selama hampir dua hari.

Para relawan menaiki kapal kargo sepanjang 185 meter yang memuat produk minyak sawit milik Wilmar, pedagang minyak sawit terbesar di dunia, yang memperdagangkan minyak sawit terkait dengan perusakan hutan. Kepala Kampanye Hutan Global Greenpeace Asia Tenggara Kiki Taufik mengatakan, dengan menunda pengiriman minyak sawit kotor ini, para aktivis pemberani tersebut telah menyoroti bagaimana industri kelapa sawit perlu berubah untuk mencegah krisis iklim dan kepunahan satwa.

“Ini harus dimulai dengan Wilmar, pedagang minyak sawit terbesar di dunia yang dapat dan harus menjadi contoh bagi yang lain. Kami juga mendesak agar Mondelez, pembuat biskuit Oreo, menjauhi Wilmar hingga mereka terbukti tidak lagi memperdagangkan kelapa sawit dari perusak hutan,” tegas Kiki, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com.

Wilmar adalah pemasok utama untuk perusahaan raksasa makanan ringan Mondelez, salah satu pembeli minyak sawit terbesar di dunia, yang digunakan di banyak produk-produk terkenalnya seperti biskuit Oreo, cokelat Cadbury, dan biskuit Ritz.

Kapal Stolt Tenacity dipanjat dengan aman oleh relawan Greenpeace International yang berasal dari Indonesia, Jerman, Inggris, Perancis, Kanada dan Amerika Serikat. Tidak ada tuntutan hukum yang dilayangkan pihak perusahaan pelayaran atau otoritas setempat terhadap para aktivis tersebut.

Kapal Greenpeace Esperanza kini masih mengawasi disekitar area kapal tanker Stolt Tenacity berada, yang masih membawa minyak sawit kotor. Greenpeace menegaskan, sektor perkebunan, kelapa sawit dan bubur kertas adalah pemicu penggundulan hutan terbesar di Indonesia. Sekitar 24 juta hektare hutan dihancurkan di Indonesia antara tahun 1990 dan 2015, menurut angka resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *