3M Putuskan Kontrak dengan APRIL Terkait Deforestasi

Aksi duka cita aktivis Greenpeace atas rusaknya lahan gambut (Dok. Greenpeace)
Aksi duka cita aktivis Greenpeace atas rusaknya lahan gambut (Dok. Greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Perusahaan internasional pembuat “Post-It Notes” 3M memutuskan hubungan bisnis dengan perusahaan kertas berbasis Singapura, Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) dan grup induknya Royal Golden Eagle (RGE). 3M memutuskan hubungan bisnis terkait isu praktik penghancuran hutan hujan.

Pada saat yang hampir bersamaan, dua bank multinasional, ABN AMRO dan Santander juga mengambil keputusan untuk tidak lagi memberikan pendanaan  karena alasan yang sama. Bekerja sama dengan ForestEthics dan Greenpeace, akhir pekan lalu 3M meluncurkan hasil revisi kebijakan pengadaan seluruh bubur kertasnya untuk memastikan sumber pasokannya berasal dari praktik yang berkelanjutan.

Melalui kebijakan yang merupakan salah satu standard tertinggi di industri untuk perlindungan hutan dan penghargaan terhadap hak asasi manusia, 3M kini bisa membuat perusahaan penyuplai bertanggungjawab atas sumber pasokannya. Dalam menerapkan kebijakan itu, 3M sudah membatalkan kontrak dengan perusahaan penyuplai kertas dari kelompok RGE, dengan mengirimkan surat yang memberi alasan bahwa “Kelompok Royal Golden Eagle [RGE] terlibat deforestasi dan konflik sosial.”

Todd Paglia, Direktur Eksekutif ForestEthics mengatakan, konsumen semakin menuntut jaminan bahwa produk yang mereka beli dibuat dengan cara yang melindungi lingkungan dan menghargai hak asasi manusia. “Keterbukaan seperti ini dan kepemimpinan 3M yang ada dalam revisi kebijakan mereka merupakan langkah maju yang penting bagi industri,” kata Todd dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Senin (9/3).

Zulfahmi, Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia juga menyambut baik kebijakan 3M ini. “Pemutusan hubungan bisnis dengan penghancur hutan kontroversial seperti kelompok Royal Golden Eagle di mana APRIL ada di dalamnya, 3M telah memperlihatkan keseriusannya untuk membalikkan kebijakan barunya menjadi tindakan nyata,” katanya.

Selain ini, dalam beberapa bulan terakhir, Greenpeace sudah berbicara dengan ABN AMBRO tentang pendanaan terhadap APRIL. Menindaklanjuti diskusi ini, ABN AMBRO telah mendesak APRIL untuk mengambil langkah mengatasi deforestasi dimulai dengan menghentikan segera penebangan hutan selanjutnya.

ABN AMBRO tidak akan menyediakan pendanaan lanjutan hingga APRIL sudah merealisasikan ukuran-ukuran baru keberlanjutan yang membuktikan bahwa mereka mematuhi kebijakan kriteria keberlanjutan ABN AMRO. Untuk memastikan kriteria tersebut cukup kuat, ABN AMRO sedang merangkul berbagai pihak kepentingan untuk memperkuat kebijakan pendanaan dan memastikan investasi tersebut tidak berkontribusi terhadap deforestasi dan membantu perlindungan alam.

Sebelumnya pada akhir Februari lalu, lembaga keuangan multinasional Bank Santander telah menghentikan pendanaan lanjutan kepada APRIL dengan alasan serupa. Kebijakan Bank Santander tersebut diputuskan hanya berselang tiga minggu setelah Greenpeace meluncurkan kampanye global terhadap perbankan yang memberikan pembiayaan terhadap perusahaan perusak hutan APRIL.

“Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan untuk bank-bank di Indonesia, dengan tujuan supaya deforestasi dan pengeringan lahan gambut bisa dihentikan untuk mencapai  target penurunan emisi GRK. Langkah yang diambil oleh ABN AMRO dan Santander yang  tidak mau lagi mendanai perusahaan seperti APRIL yang terlibat deforestasi, berhasil menyempitkan opsi pendanaan untuk RGE, baik di Indonesia maupun di luar negeri,” terang Zulfahmi.

Greenpeace mencatat, APRIL kini menjadi salah satu penyebab utama deforestasi di Indonesia yang menghancurkan hutan gambut untuk ditanami kebun akasia. Selain itu, sejumlah organisasi lingkungan juga menyebut APRIL melanggar peraturan terkait kehutanan dan menyebabkan konflik dengan masyarakat lokal. “Secara ironi perusahaan ini juga gagal melindungi hutan meski punya komitmen perlindungan yang dikeluarkan awal tahun 2014,” tegas Zamzami. (*)

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *