450 Guru BK ikuti Pelatihan Konseling Dengan Pendekatan Mindfulness

Pelatihan bimbingan konseling dengan pedekatan mindfulness oleh tim pengabdian masyarakat BK UNNES (dok. tim bk unnes)

Semarang, Villagerspost.com – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diketuai oleh Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo, M. Pd., Kons., menggelar kegiatan pengembangan kompetensi berkelanjutan bagi konselor/guru BK di sekolah. Pengembangan kompetensi yang dilakukan adalah pelatihan konseling berbasis mindfulness atau “Mindfulness-Based Cognitive Therapy”.

Pelatihan diselenggarakan selama dua hari dimulai pada Senin (25/10) hingga Selasa (26/10). Pelatihan digelar secara virtual melalui zoom meeting dan diikuti kurang lebih 450 peserta yang secara signifikan mengikuti pelatihan dari awal hingga akhir.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Mungin Eddy Wibowo, M. Pd., Kons., menyampaikan mengenai “Konseling Kelompok Pendekatan Mindfulness-Based Cognitive: Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan bagi Konselor/Guru BK di Sekolah”. Prof. Mungin menyampaikan, pelatihan adalah proses¬†belajar¬†menguasai¬†pengetahuan dan keterampilan yang ditujukan untuk penerapan hasil belajar yang sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu bimbingan dan konseling.

“Dalam pelatihan peserta akan dapat mengembangkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan, melalui proses mempelajari dan mempraktikkan sesuai prosedur sehingga menjadi kebiasaan, dan hasilnya terlihat dengan adanya perubahan, perbaikan cara kerja dalam melakukan konseling kelompok ditempat kerja konselor sekolah,” ujarnya.

Pada materi berikutnya, salah seorang staf pengajar BK UNNES, Zakki Nurul Amin, M. Pd., memaparkan materinya mengenai “Overview Konseling Kelompok Pendekatan Mindfulness-Based Cognitive”, yang dilanjutkan sesi diskusi. “Konsep Mindfulness ini lazim digunakan dalam bidang Pendidikan, berakar pada tradisi dan terapi untuk memfokuskan pikiran yang secara original telah berlangsung lebih dari 2500 tahun yang lalu seperti meditasi,” ujar Zakki.

Dia memaparkan, Mindfulness-Based Cognitive Therapy adalah adaptasi dari Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) yang dikembangkan di University of Massachusetts Medical Center oleh Jon Kabat-Zinn dan rekan pada tahun 1979. Pengembangan awalnya pendekatan ini ditujukan bagi konseling yang mengalami permasalahan berkaitan dengan sakit kronis, gangguan kecemasan, hipertensi, kanker dan penyakit jantung.

“Namun seiring dengan trend dan perkembangan, MBCT dapat dilakukan untuk mengembangkan konstruk psikis seperti well-being, resiliensi, persistens,” tambah Zakki.

Pelatihan dilanjutkan pada hari kedua, dilanjutkan dengan penyampaian mengenai “Tahapan Konseling Kelompok Pendekatan Mindfulness-Based Cognitive”, oleh Kusnarto Kurniawan, M. Pd., Kons dan “Teknik Konseling Kelompok Pendekatan Mindfulness-Based Cognitive”, oleh Edwindha Prafitra N., M.Pd. Kons., yang juga dilanjutkan dengan sesi diskusi.

Sebelum pelatihan ditutup, para peserta diberikan penugasan untuk melakukan refleksi diri pelaksaan kkp yang telah dilakukan, melakukan refleksi diri mindfulness: mode ‘doing’ dan mode ‘being’, dan melakukan salah satu teknik MBCT (3-minute breathing) yang disampaikan oleh Zakki Nurul Amin, M. Pd.

Laporan: Tim Pengabdian Masyarakat BK UNNES
Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.