Ada Bau Persaingan tak Sehat di Impor Bawang Putih | Villagerspost.com

Ada Bau Persaingan tak Sehat di Impor Bawang Putih

Bawang putih impor menguasai pasar lokal (dok. pemerintah kota batu)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemberian rekomendasi impor bawang putih oleh pemerintah kepada Perum Bulog berujung masalah. Komisi Pengawas Persaingan Usaha menilai, penunjukan itu berpotensi mengakibatkan terjadinya persaingan usaha tidak sehat. Komisioner KPPU Guntur Saragih potensi ketidakadilan usaha terjadi karena Bulog selaku importir tidak melaksanakan kewajiban menanam bawang sebagaimana yang diberlakukan kepada importir lainnya.

Guntur mengungkapkan, di dalam Peraturan Menteri Pertanian 38 tahun 2017 disebutkan, setiap importir komoditas bawang juga harus menanam bibit bawang sebanyak 5% dari total bawang yang diimpor. Namun, yang terjadi menurut penuturan Guntur justru Bulog tidak melakukan hal tersebut.

Untuk itu, pihaknya sudah mengirimi surat ke Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan untuk meminta penjelasan mengenai masalah ini. “Keputusan dari rakom (rapat komisi) kami akan panggil Kemendag dan Kementan untuk jelaskan kebijakan impor bawang putih yang dilakukan Bulog. Kalau antisipasi kelangkaan, kita minta argumentasinya apa,” tegas Guntur di kantornya, Jakarta, Senin (25/3).

Guntur mengaku heran kenapa Bulog selaku importir tidak dikenakan kewajiban menanam bawang putih. Importir lain, menurut dia, mengeluarkan biaya untuk melakukan penanaman. Dari situlah menurutnya, persaingan yang tidak sehat terjadi.

“Kita tahu untuk impor bawang ada aturan Permentan yang minta importir tanam 5% tentunya itu mekanisme cost bagi importir. Artinya ketika Bulog tidak kena berarti tidak dalam level persaingan yang sama. Secara persaingan tidak sama lagi,” ungkap Guntur.

Seperti diketahui, sebelumnya, pemerintah menerbitkan rekomendasi impor bawang putih sebanyak 100 ribu ton. Impor dilakukan lantaran harga bawang putih melonjak jadi Rp45.000/kilogram. Selain itu, impor dilakukan sebagai langkah antisipasi menyambut bulan puasa Mei nanti.

Rencananya, bawang putih impor mulai masuk mulai April bulan depan, sehingga sebelum Puasa harga mulai normal. Deputi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdalifah Machmud mengatakan, kenaikan harga bawang putih terjadi karena izin impor yang belum keluar sejak awal tahun. Alhasil, stok di dalam negeri menipis.

“Itu memang karena izin impor tahun 2019 belum terbit. Jadi Bulog diberikan penugas untuk itu mengingat Ramadhan juga,” ujarnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *