Agar tak Tanam Ganja, BNN Diminta Dukung Pertanian Aceh | Villagerspost.com

Agar tak Tanam Ganja, BNN Diminta Dukung Pertanian Aceh

Petani di Aceh Besar menanam padi lokal (dok. pemkab aceh besar)

Jakarta, Villagerspost.com – Pemerintah kini tengah berupaya mengalihkan kebiasaan petani di Aceh untuk menanam ganja dengan mengembangkan pola pertanian baru. Para petani Aceh kini didorong untuk menanam komoditas pertanian lainnya.

Dalam rangka ini, anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil pun meminta agar Badan Narkotika Nasional memberi dukungan penuh terhadap pola pertanian baru di Aceh. “Para petani Aceh kini sedang dialihkan dari kebiasaan menanam ganja sebagai bahan kebutuhan rumah tangga ke pertanian lainnya. Ini program nasional yang membutuhkan keterlibatan BNN,” kata Nasir saat mengikuti rapat dengan Kepala BNN Budi Waseso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/2).

Nasir mengungkapkan, saat ini setidaknya ada lahan seluas 8 hektare yang akan dijadikan program pertanian terpadu tersebut. Beberapa BUMN juga sedang dimintai kontribusinya lewat alokasi dana CSR yang dimilikinya. Program ini sangat efektif merubah kebiasaan bertani ganja ke komoditas pertanian lainnya yang lebih dibutuhkan dan tidak berisiko.

“Mudah-mudahan BNN bisa membantu dan beberapa BUMN juga sedang dimintai bantuannya mengalokasikan dana CSR. Kami hitung sekitar Rp3 miliar kebutuhannya. BNN juga bisa memberikan rekomendasi atas program ini. Selama ini, program tersebut belum sepenuhnya berhasil karena sebagian masyarakat Aceh belum bisa meninggalkan ketergantungannya pada ganja. Lahan ini juga nanti bisa sebagai pusat belajar pertanian terpadu,” terang Nasir.

Dalam kesempatan itu, Nasir juga menyayangkan BNN belum mendapat anggaran memadai. Namun, di tengah kekurangan anggaran itu, Nasir mengapresiasi karena BNN tetap berprestasi. Karena anggaran belum memadai, maka kerja sama BNN dengan sejumlah kementerian juga kurang maksimal dalam konteks memerangi peredaran narkotika.

Politikus PKS itu menyatakan, Komisi III selalu memberi dukungan moral dan finansial kepada BNN sebagai institusi yang mampu menjawab harapan Presiden Joko Widodo. Dia mengakui anggaran BNN belum memadai.

“Saya berikan apresasi walau ada kekurangan di sana sini. Institusi BNN dengan anggaran yang belum memadai, wajar bila masih ada yang mengatakan BNN belum berhasil. Karena anggaran belum memadai kerja sama dengan kementerian terkait belum maksimal. Masih ada ego sektoral di kalangan kementerian,” pungkasnya.

 

 

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *