Agunkan Sertifikat Lahan Perhutanan Sosial, Jokowi Minta Petani Hindari Rentenir

Poster program perhutanan sosial yang menegaskan pendayagunaan hutan untuk kepentingan rakyat (dok. kementerian koordinator perekonomian)

Jakarta, Villagerspost.com – Rampung menyerahkan sejumlah sertifikat terkait program perhutanan sosial di Jawa Timur, Presiden Joko Widodo kembali memulai safari penyerahan sertifikat lahan perhutanan sosial di Jawa Tengah. Salah satu wilayah yang didatangi Jokowi adalah Kabupaten Sragen.

Sebagai informasi, Presiden Jokowi menyerahkan 10.200 sertifikat untuk masyarakat yang berasal dari sejumlah daerah yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Mulai dari Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Klaten, dan Kabupaten Wonogiri.

Dalam kunjungannya itu, Jokowi kembali mengingatkan para petani yang mendapatkan izin penggunaan lahan agar berhati-hati dalam mengagunkan sertifikat untuk memperoleh pinjaman modal. Dia mengingatkan, jumlah masyarakat yang mengagunkan sertifikat tanah yang dimilikinya untuk memperoleh pinjaman tidaklah sedikit.

Karena itu, kata Jokowi, warga harus mengalkulasi dengan cermat sebelum mengagunkan sertifikat tersebut. “Kalau mau pinjam dihitung dulu bisa mengembalikan tidak? Dihitung betul, dikalkulasi betul, kalau ndak jangan pinjam,” ucap Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Stadion Taruna, Kabupaten Sragen, Selasa (7/11).

Lebih lanjut, Jokowi juga mengingatkan, agar pinjaman tersebut hanya digunakan untuk hal-hal yang bersifat produktif dan bermanfaat dalam mengembangkan usaha. “Pakailah untuk modal kerja, pakailah untuk modal investasi, jangan dipakai untuk gagah-gagahan,” ujarnya.

Jokowi berpesan, yang paling penting, para petani harus menghindari mengajukan pinjaman kepada rentenir. Pasalnya, kata Jokowi, para rentenir pasti memungut bunga pinjaman yang sangat besar dan akan memberatkan masyarakat.

“Sudah pegang sertifikat ini hati-hati, apalagi pinjamnya ke rentenir, jangan! Ampun ampun. Jangan! Bunganya bisa 12 kali lipatnya bank, ampun mesti ilange niku pinjemnya ke rentenir niku. Hindari yang namanya rentenir,” tegas Jokowi.

Agar para petani tidak terjebak oleh rentenir, kata Jokow, pemerintah telah menyiapkan kebijakan kredit usaha rakyat (KUR) yang memiliki bunga rendah sekitar 9 persen per tahun, danakan turun pada tahun depan. “Tahun depan 7 persen, itu per tahun loh. Berarti sebulan tidak ada 1 persen,” ucap Presiden Jokowi.

Terakhir, Jokowi meminta masyarakat penerima sertifikat untuk menjaga dengan baik sertifikat yang dimilikinya. Hal ini diperlukan mengingat pentingnya fungsi sertifikat sebagai bukti hukum hak atas tanah yang sah.

“Kenapa di plastik? Supaya kalau bocor gentingnya ini tidak rusak sertifikat ini. Kalau hilang sudah punya fotokopi, mengurusnya mudah tinggal ke kantor BPN lagi, ngoten lho, nggih?” tegas Jokowi. (*)

 

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *