Ahok Ditantang Relawan Ciptakan Kehidupan, bukan Usir Warga Bantaran Sungai

Pemukiman kumuh di pinggir sungai Ciliwung (dok. kongres sungai indonesia)
Pemukiman kumuh di pinggir sungai Ciliwung (dok. kongres sungai indonesia)

Jakarta, Villagerspost.com – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ditantang untuk membuktikan janji-janjinya dalam kampanye pemenangan Gubernur DKI Jakarta dahulu bersama Joko Widodo. Salah satunya adalah tantangan menciptakan kehidupan bagi warga di bantaran kali ketimbang mengusir mereka terkait program normalisasi Ciliwung.

“Kemenangan Jokowi-Ahok tiga tahun lalu bukanlah suatu kemenangan gratis. Kemenangan itu harus dibayar dengan bukti nyata perubahan Jakarta, berupa masyarakat yang lebih sejahtera dan kota yang lebih nyaman, bebas dari macet dan banjir serta memiliki fasilitas yang memadai,” kata Ketua Relawan Penggerak Jakarta Baru (RPJB) Pitono Adi lewat surat elektronik yang diterima Villagerspost.com, Senin (25/5).

Kemenangan Jokowi-Ahok, kata Pitono, dilahirkan dari kekuatan rakyat Jakarta. Karena itu pelaksanaan kebijakannya mau tidak mau harus ditopang oleh rakyat Jakarta yang mendukungnya. “Rakyat Jakarta harus ikut bekerja mewujudkan kebijakan itu dan kemudian juga menikmati serta memiliki hasil kebijakan itu,” ujarnya.

Salah satu program penting yang harus segera direalisasikan Ahok, kata Pitono adalah program normalisasi sungai di Jakarta, khususnya sungai Ciliwung sudah berlangsung lama dan berganti-ganti pemerintahan. Namun normalisasi sungai berhadapan dengan kekuatan besar penghalangnya yaitu rakyat Jakarta itu sendiri.

“Warga Jakarta tidak memandang sungai sebagai sumber daya hidupnya. Sungai bagi warga adalah halaman belakang rumah. Sampah raksasa. Pembuangan tinja raksasa. Saluran limbah raksasa,” ujar Pitono.

Adalah tugas besar Ahok untuk membalik keadaan. Upaya dan komitmen serius pemerintah saat ini untuk membersihkan sungai patut diacungi jempol. “Akan tetapi menguras kali dan membereskan bantaran sungai tanpa mendorong warga mencintai sungai dengan mudah akan dikhianati oleh warganya sendiri,” tegas Pitono.

Sebab yang terjadi adalah menyingkirkan warga bukan menciptakan kehidupan untuk warga yang tinggal di bantaran sungai. Untuk itu Relawan Penggerak Jakarta Baru sebagai elemen penting kekuatan pemenangan Jokowi-Ahok yang sampai kini masih eksis berjuang mewujudkan Jakarta Baru mencoba untuk kedua kalinya melakukan aksi sosial warga berupa Festival Kampung Jakarta (FKJ) 2015 dengan tema “Dari Kampung untuk Teluk Jakarta”.

Ketua FKJ 2015 Agung Putri Astrid mengatakan, langkah penting pertama festival tersebut adalah menggerakkan warga melakukan survei Sungai Ciliwung. Hasil survei warga itu sendiri memperlihatkan bahwa warga sangat ingin bisa mencintai sungainya.

“Namun harus ada langkah untuk membuka jalan itu. Partisipasi warga suka rela gotong royong harus dihidupkan,” kata Astrid.

Karena itu RPJB meminta pemerintah DKI melakukan beberapa hal penting. Pertama, pemerintah DKI membuka ruang dialog sebesar-besarnya dengan warga di sepanjang sungai untuk menyusun rencana merawat sungai bersama-sama.

Kedua, pemerintah bertindak segera menyelesaikan permasalahan akut sanitasi warga. “Ketiga, pemerintah bertindak segera menyediakan sarana terpadu pembuangan sampah warga,” pungkas Astrid. (*)

Facebook Comments
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *