Aksi Bersih Sungai Anak Petani di Desa Kanreapia

Anak-anak Desa Kanreapia melakukan aksi bersih sungai dan lingkungan, bertepatan dengan peringatan “World Clean Up Day”, Minggu (16/9). (villagerspost.com/jamaluddin daeng abu)

Gowa, Villagerspost.com –¬†Anak-anak Petani di Desa Kanreapia Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, sangat menyadari bahwa kebersihan itu merupakan sebagian dari iman. Kebersihan juga disadari sebagai pangkal dari kesehatan. Tak heran jika setiap hari Minggu, di sela-sela waktu kegiatan membaca, anak-anak Desa Kanreapia juga rutin melaksanakan aksi bersih lingkungan dan sungai.

Untuk hari Minggu (16/9) lalu, bertepatan dengan peringatan “World Clean Up Day”, anak-anak Desa Kanreapia melaksanakan aksi bersih lingkungan dan sungai di perbatasan Kecamatan Tombolo Pao dan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Aksi ini dilakukan untuk menjadikan lingkungan dan sungai bersih dan nyaman dijadikan sebagai tempat membaca buku atau belajar.

“Sungai bukan tempat sampah, sungai tempatku belajar,” demikian teriakan anak-anak Desa Kanreapia memompa semangat dalam melakukan aksi bersih itu,

Aksi ini juga sebagai aksi edukasi yang tujuannya agar masyarakat setempat tidak membuang sampah di Sungai. Alur kegiatan yang dilaksanakan dengan konsep belajar sambil bermain ini adalah, sejak pagi anak-anak sudah berkumpul di Rumah Koran. Kemudian dengan menaiki mobil pick-up mereka pergi menuju ke sungai sambil bernyanyi.

Setelah sampai mereka langsung melakukan aksi bersih sungai. Usai melakukan aksi bersih, mereka belajar bersama sambil makan siang dari bekal yang dibawa masing-masing dan kemudian beramai-ramai berenang di sungai yang sudah bersih.

Rusli salah satu orang tua siswa merasa senang dan tenang jika anaknya belajar di Rumah Koran, dia juga merasa bangga jika anaknya Rehan, bisa menjadi anak yang peduli lingkungan dan bisa menjadi anak yang berguna untuk Desa Kanreapia.

“Kami merasa terbantu karena ana-anak yang belajar di sungai bisa belajar berwudhu di sana, sehingga pengetahuan agamanya bisa lebih dipahami,” kata Rusli yang juga merupakan imam masjid di Dusun Bontolebang, Desa Kanreapia.

Ismail Atbar selaku Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Kanreapia, juga sangat merespons positif kegiatan bersih-bersih di sungai. “Nanti kita pasangi papan bicara di beberapa titik, agar menjadi informasi larangan membuang sampah di sungai,” ujarnya.

Sekretaris Kecamatan Tombolo Pao Astan S. Sos sekaligus plt Kepala Desa Kanreapia juga sangat mendukung kegiatan belajar dan bersih-bersih lingkungan dan sungai yang dilakukan anak-anak Desa Kanreapia. “Bersih-bersih sungai nantinya bukan saja berdampak kepada satu desa yakni Kanreapia saja tetapi akan berdampak ke desa-desa lain karena Desa Kanreapia merupakan hulu yang memang harus di jaga akan kebersihannya,” ujarnya.

Astan mengimbau agar masyarakat tidak membuang sampah di sungai. “Saya akan terus mendukung kegiatan bersih-bersih sungai dan lingkungan ini,” tegasnya.

Laporan/Foto/Video: Jamaluddin Daeng Abu, Pegiat Literiasi Desa Kanreapia, Pendiri Rumah Koran, Pegiat Pertanian Organik

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *