Aksi Climate Strike, Alarm untuk Atasi Krisis Iklim

Aksi Jakarta Climate Strike, membunyikan tanda bahaya krisis iklim di Indonesia (dok. greenpeace)

Jakarta, Villagerspost.com – Sudah setahun sejak Greta Thunberg, remaja berusia 15 tahun duduk di luar Parlemen Swedia, dan menolak untuk pergi ke sekolah sampai para anggota parlemen tersebut sadar akan urgensi untuk bertindak mengatasi #KrisisIklim yang semakin hebat. Sejak saat itu Greta telah menginspirasi gerakan global besar-besaran.

Jutaan siswa dari seluruh penjuru dunia keluar dari sekolah mereka setiap hari Jumat, memanggil para pemimpin dunia, dan hari ini 150 negara mengikuti aksi ini dan diikuti jutaan orang. Aksi ini ditengarai sebagai aksi terbesar yang pernah dilaksanakan di dunia untuk mengatasi krisis iklim.

“Sebagai pemuda, kita harus bergerak, bersatu dan bangkit untuk menuntut para pengambil keputusan di seluruh dunia untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan krisis ini,” kata Jurukampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Satrio Swandiko, dalam siaran pers yang diterima Villagerspost.com, Jumat (20/9).

“Penting bagi kita untuk memperlakukan kondisi iklim saat ini sebagai krisis. Itu adalah ancaman terbesar dalam sejarah manusia. Kami tidak akan menerima kehidupan dalam ketakutan dan kehancuran. Kami memiliki hak untuk mewujudkan impian dan harapan kami. Krisis iklim sudah terjadi,” tambahnya.

Di Jakarta, pawai iklim ini diikuti oleh lebih dari 50 komunitas dan jaringan yang menyuarakan pentingnya penanganan serius krisis iklim demi masa depan generasi mendatang. Aksi damai ini dipimpin oleh anak-anak muda yang memiliki kekhawatiran yang sama dengan Greta.

Komunitas yang mendukung gerakan ini diantaranya Climate Rangers, 350.org Indonesia, Amnesty Internasional Indonesia dan Youth for Climate Change Indonesia. Kemudian, Youth Climate Strike.Id, Indonesian Youth for SDGs, Generasi Melek Politik dan Temu Kebangsaan Orang Muda. Berikutnya ada Inspirator Indonesia, Pamflet Indonesia, Going Green Jakarta, Youth Coalition for Girls, Extinction Rebellion Indonesia, Sekolah Erudio Indonesia serta Youth Leader Climate Camp.

Para peserta aksi ini mengusung beberapa tuntutan. Pertama, meminta pemerintah mendengarkan para ilmuwan dan menyatakan darurat iklim. Kedua, mendesak pemerintah meningkatkan ambisi penurunan gas emisi rumah kaca semaksimal mungkin dan melaksanakannya dengan tegas, konsisten, dan segera.

Aksi Jeda untuk Iklim ini tak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga di 18 kota lainnya, yaitu Aceh, Samosir, Bengkulu, Pekanbaru, Palembang, Bandung, Cirebon, Cilegon, Garut, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Bali, Palangkaraya, Palu dan Kupang. Secara global, aksi mogok untuk iklim ini berlangsung di 150 negara dan diikuti jutaan orang.

Indonesia merupakan salah satu negara yang rentan dengan perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia rentan mengalami dampak kenaikan tinggi muka air laut. Hal ini juga akan berdampak terhadap penghidupan warga Indonesia, di antaranya puluhan juta petani.

“Belum lagi kondisi yang rapuh ini diperparah dengan laju deforestasi dan kebakaran hutan tidak terkontrol yang menimbulkan bencana asap hebat, penggunaan energi batu bara berlebih yang meracuni udara, tanah dan laut kita. Ini adalah alarm bagi kita semua untuk bangkit dan saatnya untuk pukul mundur krisis iklim,” kata Jurukampanye Hutan Greenpeace Indonesia Arkian Suryadharma.

Indonesia sendiri telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca nasionalnya sebesar 29%-41% pada tahun 2030. Sebagaimana dinyatakan dalam NDC (2015), emisi Indonesia (63%) adalah hasil dari kebakaran hutan dan gambut, dengan pembakaran bahan bakar fosil menyumbang sekitar 19% dari total emisi.

“Kontribusi Indonesia dalam mengekang emisi dan mempertahankan bumi tidak memanas lebih dari 1,5 derajat sangat penting. Karenanya, krisis iklim harus ditangani sebagai program prioritas presiden terpilih,” tegasnya.

Editor: M. Agung Riyadi

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *