Aksi Susi Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster Rp2,1 Miliar

Benih lobster dilepaskan kembali ke habitatnya (dok. kkp.go.id)
Benih lobster dilepaskan kembali ke habitatnya (dok. kkp.go.id)

Jakarta, Villagerspost.com – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali membuat gebrakan dalam rangka mencegah aksi illegal fishing. Selasa (13/9) kemarin, aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Ditjen Bea dan Cukai serta kepolisian, berhasil menggagalkan penyelundupan 71.060 ekor benih lobster dengan nilai mencapai Rp2,1 miliar.

Susi pun mengapresiasi koordinasi yang baik antara Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Jakarta 1 dengan pihak Bea dan Cukai serta Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta itu. “Koordinasi antar lembaga harus semakin diperkuat, saling konsolidasi satu sama lain dan mengesampingkan yang namanya ego sektoral, demi menyelamatkan kerugian negara akibat penyulundupan,” ujar Susi usai mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan New Priok Container Port di Kalibiru Tanjung Priok.

Susi menilai koordinasi merupakan wujud nyata dalam bersinergi antar lembaga pemerintah. “Kesadaran dari tugas masing-masing kementerian dan lembaga, saya yakin akan membuahkan hasil yang maksimal,” ujarnya.

Kepala BKIPM Rina menjelaskan, keberhasilan menggagalkan penyelundupan ribuan benih lobster tersebut bermula dari Kepolisian Resor Bandara Soekarno Hatta yang berkoordinasi dengan Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta mengendus upaya pengiriman benih lobster tersebut ke Singapura. Operasi tangkap tangan pun kemudian dilakukan oleh aparat Bea Cukai serta kepolisian.

“Kemudian, benih lobster asal Mataram tersebut diamankan dari tangan pelaku yang diduga akan mengirimnya ke Singapura ketika pesawat sedang transit di bandara Soekarno Hatta hari Kamis lalu,” kata Rina.

Menurut informasi yang didapat dari Polres Bandara Soekarno-Hatta, saat ditemukan, ribuan bibit lobster tersebut disimpan dalam tiga koper yang berada di bagasi pesawat. Koper pertama berisi 33 kantong dengan jumlah 24.000 ekor benih lobster. Sedangkan koper kedua, berisi 32 kantong dengan jumlah 24.000 ekor benih lobster. Koper ketiga berisi 30 kantong dengan jumlah 22.260 ekor benih lobster. Jika ditotal, jumlah keseluruhan mencapai 71.060 ekor benih lobster.

Selanjutnya, Kepolisian Resor Bandara dan Bea Cukai Bandara Soetta berhasil mengeluarkan kopor berisi ribuan benih lobster tersebut dari bagasi pesawat kemudian diserahterimakan kepada BKIPM Jakarta I untuk dilepaskan ke habitatnya.

Pada Jumat 9 September lalu, KKP melalui Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) melakukan pelepasliaran benih lobster tersebut di perairan Pantai Selatan Jawa Barat. Sejumlah 1500 ekor benih disisihkan untuk digunakan sebagai barang bukti dan selebihnya dilepasliarkan.

Saat ini proses hukum para pelaku telah ditangani oleh Polres Bandara Soekarno Hatta yang kini tengah mendalami keterangan. Para pelaku disangkakanĀ  melanggar PeraturanĀ  Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 01/Permen-KP/2015 tentang Penangkapan Lobster dan Rajungan.

Para penyelundup disangka melanggar Pasal 88 juncto Pasal 16 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perikanan. Mereka terancam pidana paling berat 6 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (*)

Ikuti informasi terkait komoditas lobster >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *