Aksi Unik Mashadi, “Melamar Banteng” Dengan Membawa Sapi

Mashadi datang ke "kandang banteng" membawa seekor sapi (villagerspost.com/muhammad bangkit)
Mashadi datang ke “kandang banteng” membawa seekor sapi (villagerspost.com/muhammad bangkit)

Kabupaten Brebes, Villagerspost.com – Banyak cara bisa dilakukan seseorang untuk menarik perhatian khalayak ramai, khususnya dalam perhelatan politik. Salah, satunya adalah aksi yang dilakukan Mashadi, petani asal Desa Pagejugan, Kabupaten Brebes saat mengikuti penjaringan calon bupati dan wakil bupati untuk pemilihan kepala daerah serentak 2017 mendatang melalui jalur Partai PDIP.

Saat melamar ke “kandang banteng”, Mashadi bersama para pendukungnya datang dengan membawa seekor sapi berwarna putih. Dia punya alasan tersendiri terkait aksi uniknya itu.

“Saya adalah orang Jawa dan bagi orang Jawa sapi adalah lambang kemakmuran, saya mencoba membumikan prinsip budaya Jawa. Saya berupaya agar apa yang dikehendaki¬† Kabupaten Brebes bisa terwujud, terutama kemakmuran,” katanya saat ditemui, Jumat (19/2).

(Baca Juga, Petani: Profesi Mulia, Peletak Dasar Peradaban Manusia)

Mashadi melamar posisi calon bupati/wakil bupati Kabupaten Brebes di kantor PDIP (villagerspost.com/muhammad bangkit)
Mashadi melamar posisi calon bupati/wakil bupati Kabupaten Brebes di kantor PDIP (villagerspost.com/muhammad bangkit)

Sebagai petani, Mashadi mengaku prihatin dengan dengan nasib petani. “Pertanian adalah peradaban paling tinggi dan peradaban pertama sebelum ada peradaban lain, namun selama ini nasib petani selalu terabaikan, dianggap sebagai alat produksi, obyek segala sesuatu dari pemerintahan, petani terpinggirkan. Sudah saatnya Brebes yang masyarakatnya mayoritas petani dimuliakan, dalam arti programnya tepat sasaran dan pro kepada rakyat,” katanya.

Mashadi memang sengaja menampilkan kesahajaan masyarakat petani. Dia datang dengan mengenakan kaus hitam bertuliskan “Gerakan Petani Nusantara” yang dibalut kemeja hitam lengan panjang tanpa kerah. Mashadi yang datang bersama istri dan para pendukungnya juga hanya mengenakan sandal jepit dan dengan rasa percaya diri masuk ke kantor PDI Perjuangan di Jalan Taman Siswa Brebes.

Meski sederhana, prestasi Mashadi sendiri tidak bisa dibilang sederhana. Pria kelahiran Brebes, 1 April 1971 ini, saat ini tercatat merupakan anggota Gerakan Petani Nusantara dan menjabat sebagai Koordinator Bidang Budaya dan Teknologi Pertanian.

Pendukung Mashadi, membawa poster berisi tekad memuliakan petani (villagerspost.com/muhammad bangkit)
Pendukung Mashadi, membawa poster berisi tekad memuliakan petani (villagerspost.com/muhammad bangkit)

Mashadi juga seorang petani penerima penghargaan Kalpataru kategori Pengabdi Lingkungan. Mashadi berjibaku menguras keringat menyelamatkan ekosistem pantai utara Brebes. Kerja kerasnya itu berbuah penghargaan Kalpataru dari pemerintah yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 5 Juni 2015 lalu di Istana Negara.

Mashadi berjuang menyelamatkan mangrove di pesisir Utara Brebes sejak tahun 2005 silam. Dia berjuang bersama masyarakat sekitar untuk merehabilitasi hutan mangrove. Mashadi dan kelompoknya berhasil menanam ulang mangrove sebanyak 2.260.000 batang.

Selain itu dia juga aktif memberdayakan masyarakat dan melakukan penguatan kelompok. Dia juga melakukan kampanye dan pendidikan penyadaran lingkungan bagi pelajar tentang pentingnya perlindungan kawasan mangrove. (*)

Laporan: Muhammad Bangkit, anggota Gerakan Petani Nusantara, dari Brebes, Jawa Tengah

Ikuti informasi terkait petani nusantara >> di sini <<

Facebook Comments

Add a Comment

Your email address will not be published.